-->

Breaking

logo

31 Desember 2021

PKS Akan Dorong Terciptanya 3 Poros di Pilpres 2024, Ini Alasannya

PKS Akan Dorong Terciptanya 3 Poros di Pilpres 2024, Ini Alasannya

PKS Akan Dorong Terciptanya 3 Poros di Pilpres 2024, Ini Alasannya

DEMOCRAZY.ID - Melihat konstelasi kepemimpinan nasional, PKS ingin banyak tokoh berkualitas yang ikut berlaga dalam Pilpres 2024. 


Hal ini sebagai bentuk upaya partai politik memberikan pilihan-pilihan calon pemimpin Indonesia kepada masyarakat. 


"Kami meyakini bahwa negeri ini memiliki banyak stok pemimpin yang kredibilitas, integritas, dan akseptabilitasnya memadai untuk memimpin Indonesia ke depan," kata Ketua Majelis Syura PKS Salim Segaf Al-Jufri, Jumat (31/12/2021). 


Mantan Menteri Sosial ini menyebut, ada hambatan untuk membuka pintu kepemimpinan nasional, karena adanya penerapan angka presidential treshold (PT) yang terlalu tinggi, yakni 20 persen. 


Akibatnya sejak 2014, dunia politik di Tanah Air mulai tidak sehat, sehingga terjadi pembelahan ekstrem di tengah masyarakat.


"Karena itu, upaya paling efektif untuk menghentikan pembelahan politik ekstrim tersebut adalah dengan menurunkan angka PT menjadi lebih proporsional, yakni 4 persen sesuai parliamentary treshold. Sehingga dapat terbentuk minimal 3 poros pasangan calon dalam Pilpres 2024 mendatang," ujarnya.


Ia menyatakan, pihaknya juga akan membangun komunikasi politik dengan seluruh partai politik yang ada, sehingga cita-cita untuk membentuk poros ketiga dalam pesta demokrasi lima tahunan nanti bisa terwujud.


Salim juga mendorong agar partai yang pernah memenangkan pemilu sebelumnya, seperti Golkar dan Demokrat, berani tampil menggalang kekuatan nasionalis-relijius. 


Salim menolak pandangan yang menyebut kandidat pilpres lebih dari dua akan menyita energi dan anggaran negara. 


Kata dia, untuk pembangunan infrastruktur fisik saja sudah dikeluarkan anggaran besar, mengapa upaya membangun infrastruktur sosial-politik demokrasi tidak disiapkan.


"PKS sudah mempelopori Silaturahim Kebangsaan lintas parpol dan elemen bangsa lainnya. Tinggal diteruskan proses komunikasinya agar lebih matang demi terwujudnya platform bersama menuju 2024," katanya. [Democrazy/ktv]