Breaking

logo

23 Desember 2021

Muktamar NU di Lampung Ricuh, Gus Ipul Ungkap Penyebabnya

Muktamar NU di Lampung Ricuh, Gus Ipul Ungkap Penyebabnya

Muktamar NU di Lampung Ricuh, Gus Ipul Ungkap Penyebabnya

DEMOCRAZY.ID - Panitia Pelaksana Muktamar Ke-34 Nahdlatul Ulama (NU) membantah kabar adanya permasalahan dalam registrasi peserta secara daring sehingga tak sedikit peserta yang mesti melakukan registrasi secara manual.


"Pada dasarnya tak ada registrasi manual. Mungkin ada salah satu tokoh NU yang menyebutkan registrasinya manual. Yang benar adalah registrasi itu kemudian bagi mereka yang jauh tempatnya, yang gak ada sinyal, di tempat registrasi dilakukan pembimbingan, pendampingan registrasi online," ujar Sekretaris Panitia Pelaksana Muktamar Ke-34 NU Syahrizal Syarif di Lampung, Kamis (23/12/2021).


Syahrizal mengatakan pada dasarnya seluruh registrasi peserta dilakukan secara daring. 


Kondisi itu sejalan dengan semangat NU yang ingin terus bertransformasi serta adaptif dengan dunia digital.


Ia menegaskan registrasi daring ini dapat dipertanggungjawabkan keakuratannya serta demi meminimalkan adanya kecurangan.


"Tapi harus dilihat bahwa registrasi 'online' itu juga merupakan upaya kita mengurangi kerumunan pada saat registrasi. Jadi harus dilihat dari sisi itu," kata dia.


Sebelumnya, Ketua PBNU Saifullah Yusuf mengkritik kesiapan Panitia Pelaksana Muktamar NU Ke-34 karena hingga sehari menjelang pelaksanaan muktamar banyak peserta yang tidak bisa melakukan registrasi secara daring karena terkendala jaringan.


"Panitia tidak mengantisipasi ini. Karena manual peserta menumpuk dan panitia tidak siap," ujar pria yang akrab disapa Gus Ipul itu, seperti dikutip dari Antara.


Gus Ipul mengatakan registrasi peserta yang dilakukan secara daring itu memiliki kelemahan. 


Salah satunya, sistem yang dibuat tidak bisa melakukan verifikasi apakah pengurus daerah itu sah atau tidak. 


SK itu menjadi salah satu syarat sahnya peserta.


Maka dari itu, Gus Ipul meminta masalah ini bisa diselesaikan karena bisa berdampak pada pelaksanaan muktamar.


"Jangan sampai main-main dengan peserta yang punya hak pilih," kata dia. [Democrazy/era]