-->

Breaking

logo

Jumat, 31 Desember 2021

Mengejutkan! 80 Persen Publik Puas dengan Kinerja Jokowi, Dapat Pengakuan Internasional Juga!

Mengejutkan! 80 Persen Publik Puas dengan Kinerja Jokowi, Dapat Pengakuan Internasional Juga!

Mengejutkan! 80 Persen Publik Puas dengan Kinerja Jokowi, Dapat Pengakuan Internasional Juga!

DEMOCRAZY.ID - Lembaga surveiIndometer memberikan data bahwa 80 persen masyarakat Indonesia mengaku puas dengan kinerja presiden Jokowi selama ini. 


Bahkan, bukan hanya puas, ada kisaran 8,8 persen masyarakat Indonesia yang juga menunjukkan rasa sangat puasnya dengan kinerja Jokowi selama memimpin Indonesia. 


“Temuan survei yang dilakukan Indometer menunjukkan 80,2 persen masyarakat merasa puas, bahkan di antaranya 8,8 persen merasa sangat puas,” ujar Direktur EksekutifIndometer Leonard SB dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis.


Daripada itu, ada sebanyak 19,5 masyarakat mengaku tidak puas atas kinerja Presiden Jokowi. Kemudian, 1,4 persen di antaranya menyatakan tidak puas sama sekali. 


“Meredanya pandemi COVID-19 serta pengakuan dunia terhadap Indonesia mendorong tingginya tingkat kepuasan terhadap Presiden Jokowi,” ucap Dia.


Pandemi COVID-19 saat ini semakin mereda. Hal tersebut ditandai dengan rendahnya penambahan kasus harian. 


Situasinya sangat berbanding terbalik ketika gelombang kedua melanda pada Juli hingga Agustus 2021, dengan kasus harian melonjak hingga lebih dari 50 ribu per hari. 


Kemudian seiring penurunan kasus COVID-19, Pemerintah mulai melonggarkan PPKM dan menggencarkan vaksinasi.


Hal itu didukung pula dengan upaya antisipasi yang dilakukan sebelumnya untuk mengamankan pasokan vaksin dari sejumlah negara produsen. 


Hasilnya, pandemi di Indonesia relatif jauh lebih cepat bisa diatasi jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga. 


Berbarengan dengan itu, peran Indonesia di tingkat global makin diperhitungkan dengan menjabat Presidensi G-20 sepanjang 2022. 


Tidak sampai di situ, dunia internasional memercayai Indonesia menjadi Ketua ASEAN pada 2023. 


“Hal itu menjadi indikator bahwa posisi Indonesia semakin strategis, baik di kancah dunia maupun pada tingkat kawasan,” jelasnya. [Democrazy/terkini]