Gus Nur Tantang Giring Sumpah Mubahalah: Ayo Diadu Ketemu, Berani Nggak? | DEMOCRAZY News | Indonesian Political News -->

Breaking

logo

Selasa, 28 Desember 2021

Gus Nur Tantang Giring Sumpah Mubahalah: Ayo Diadu Ketemu, Berani Nggak?

Gus Nur Tantang Giring Sumpah Mubahalah: Ayo Diadu Ketemu, Berani Nggak?

Gus Nur Tantang Giring Sumpah Mubahalah: Ayo Diadu Ketemu, Berani Nggak?

DEMOCRAZY.ID - Penceramah Islam, Sugi Nur Raharja atau Gus Nur nantang Giring Ganesha untuk sumpah mubahalah dan adu prestasi dengannya. 


Tantangan Gus Nur ini muncul setelah pendakwah ini menyimak video viral pidato Giring soal jangan pilih pemimpin pembohong, isu SARA dan menjual ayat.


Gus Nur meyakini Giring nggak akan mau meladeni tantangannya. 


Dia sudah yakin betul, Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSi) itu nggak berani deh.


Gus Nur Giring Ayo Mubahalah


Penceramah itu merespons pidato Giring yang viral dan jadi perbincangan sana sini lho. 


Menurutnya apa yang disampaikan Giring itu omong kosong alias bullshit, kekhasan politikus di Indonesia. 


Nah makanya pendakwah itu terpacu untuk menantang Giring untuk adu kualitas.


“Saya tertantang pengen ketemu orang ini. Ayo Giring buktikan berpacu, berlomba dengan saya. Atas nama pribadi saya sendirian, yuk diadu untuk sosial, budaya, karya membantu rakyat. Ayo diadu. Mulut politikus ya kayak gini,” kata Gus Nur mengomentari pidato Giring, dikutip di Youtubenya, Gus Nur 13 Official, Selasa 28 Desember 2021.


Nah bukan cuma nantangin untuk adu prestasi dan karya, Gus Nur juga terpikir menantang Giring untuk sumpah mubahalah atau sumpah dilaknat Allah SWT andai berbohong.


“Syukur-syukur kalau berani mubahalah bahwa apa yang ia katakan ini adalah munafik pembohong. Mubahalah, yang kamu katakan pembohong sebenarnya yang ada di depanmu (Presiden Jokowi). Itu kan omong kosong, seandainya (Giring terima mubahalah) tapi ya enggak mugkin berani sih,” ujar Gus Nur.


Pidato Giring


Buat yang belum tahu ya, berikut ini pidato lengkap Giring soal pemimpin pembohong yang viral


Generasi optimis ini akan terancam dengan bahaya laten SARA dan intoleransi. 


Kemajuan kita akan terancam jika kelak orang yang gantikan pak Jokowi punya rekam jejak isu SARA dan menggunakan segala cara untuk memenangkan dalam pilkada.


Indonesia akan suram jika yang terpilih kelak adalah seorang pembohong dan juga pernah dipecat oleh Pak Jokowi karena tidak becus bekerja.


PSI menarik garis tegas, Pak, tidak berkompromi dengan orang yang menghalalkan segala cara, termasuk dengan memperalat agama, main mata, bergandeng tangan dengan kelompok intoleran, menggunakan ayat untuk menjatuhkan lawan politik


Tapi Pak, bila kelak skenario terburuk terjadi dan kandidat punya rekam jejak politisasi agama itu menang pilpres, Pak, PSI siap menjadi oposisi sebagaimana yang kami buktikan di Jakarta hari ini. [Democrazy/hops]