Gak Terima Jenderal Dudung Diserang Para Ulama, Ade Armando: Mereka Semua Cacat Logika! | DEMOCRAZY News | Indonesian Political News -->

Breaking

logo

Jumat, 03 Desember 2021

Gak Terima Jenderal Dudung Diserang Para Ulama, Ade Armando: Mereka Semua Cacat Logika!

Gak Terima Jenderal Dudung Diserang Para Ulama, Ade Armando: Mereka Semua Cacat Logika!

Gak Terima Jenderal Dudung Diserang Para Ulama, Ade Armando: Mereka Semua Cacat Logika!

DEMOCRAZY.ID - KSAD Jenderal Dudung Abdurachman belakangan ramai disorot usai melontarkan pernyataan yang dianggap kontroversial, yakni Tuhan bukan orang Arab. 


Pernyataan Dudung disampaikan pada saat dirinya menjadi bintang tamu di podcast Deddy Corbuzier. 


Terkait hal ini pegiat media sosial Ade Armando pun membela Dudung usai mendapat beragam komentar negatif di jagat maya.


Tak cuma netizen, sejumlah ulama dan tokoh Islam juga langsung memberondong Dudung dengan berbagai umpatan. Ada yang menganggap Dudung keliru, kacau, salah besar, bahkan menista agama.


Menurut Ade Armando, pernyataan Dudung kini seolah menunjukkan ada persoalan serius dalam kemampuan berlogika. 


Padahal, katanya, pernyataan Dudung itu terbilang sangat sederhana. 


Maka itu, Ade menganggap penghakiman yang sangat menyudutkan Dudung itu hanya bisa datang dari kekacauan berpikir.


“Kita kembali saja pada logika dasar yang melandasi pernyataan Dudung. Dudung menyatakan kalimat itu pada saat diwawancara Deddy Corbuzier, di talkshow kanal Youtubenya. Dudung bercerita soal cara dia berdoa. Dia berdoa simpel saja, dengan menggunakan bahasa Indonesia.”


“Saya menggunakan bahasa Indonesia karena Tuhan kita kan bukan orang Arab. Dia menambahkan doa saya sederhana, ya Allah ya Tuhan, saya ingin membantu orang, saya ingin menolong orang. Itu saja doa saya,” kata Ade menirukan ucapan Dudung di talkshow tersebut, dikutip dari Cokro TV, Jumat 3 Desember 2021.


Ade Armando Anggap Jenderal Dudung Masuk Akal


Penjelasan sang Jenderal Dudung dianggap Ade sangatlah masuk akal. 


Dalam penafsirannya, dia ingin mengatakan bahwa komunikasi dengan Tuhan itu sangat sederhana. 


Mereka tak usah capek-capek berdoa dengan bahasa yang tidak kita kenal.


Bagi Ade, perlu dicatat, bahwa doa itu disampaikan ketika dirinya seusai salat. 


Jadi doa dalam salatnya tetap memakai bahasa Arab. Tetapi sesudah salat baru memakai bahasa Indonesia.


“Buat Anda yang bukan muslim, perlu saya jelaskan ada tradisi dalam ibadah umat Islam bahwa setelah selesai salat masih ada doa-doa tambahan. Nah tambahan doa-doa ini bisa sangat panjang. Dan banyak di antaranya harus dihapal dalam bahasa Arab,” katanya.


Seringkali sebenarnya umat Islam yang membacanya pun tidak paham artinya. 


Tapi karena dianggap lebih bernilai, jadilah banyak muslim yang mempraktekan baca doa berbahasa Arab.


Dudung memang dianggap bersikap berbeda. Dia bilang kalau Tuhan mengerti bahasa Indonesia, mengapa doa tak diucapkan dalam bahasa Indonesia saja. 


Tetapi dengan begitu saja dia langsung diberondong dengan beragam komentar, yang terkesan mengandung kemarahan.


Salah satu ulama yang yang berkomentar adalah Shamsi Ali. 


Orang Indonesia yang kini menjadi imam di Islamic Center New York, Amerika Serikat. Melalui Twitter-nya Shamsi menyatakan apa yang disampaikan Dudung itu keliru.


Menurutnya Tuhan memang pasti bukan orang Arab. Jadi Tuhan tidak dibatasi dengan kebangsaan, etnis, dan ras. Shamsi mengatakan Tuhan tak perlu dikaitkan dengan etnis dan bangsa tertentu.


Begitu juga dengan aktivis Muhammadiyah Mustofa Nahrawardaya, juga demikian. Menurut dia, pernyataan Dudung merusak. 


Dia pun mendoakan agar Dudung segera cepat diberi hidayah oleh Allah SWT.


Tak di sana saja, ada lagi KH Wafi Maimun Zubair atau Gus Wafi. 


Kata Ade Armando, dia dosa menghakimi bahwa apa yang dikatakan Dudung adalah kesalahan besar. Bahkan dia dianggap bisa masuk pada penistaan agama.


Menurutnya pernyataan Dudung menimbulkan pertanyaan, kalau bukan orang Arab, lantas Tuhan orang mana?


Sesat logika


Ade manganggap, terus terang komentar-komentar yang datang seolah menyerang Dudung, dianggap Ade Armando datang dari sikap-sikap yang emosional.


“Atau cacat serius dalam logika. Coba dengar penyataan Gus Wafi yang mungkin sekali juga melandasi pertanyaan dari Mustofa. Kata Gus Wafi, pernyataan Dudung itu menunjukkan Dudung menyamakan Allah dengan manusia,” katanya.


“Ini kan pertanyaan dungu yang bilang Allah orang mana? Di bagian mana dari pernyataan Dudung yang menunjukkan bahwa dia menganggap Allah itu orang? Ini kan pelajaran logika biasa. Ada yang namanya silogisme kategorik,” katanya.


Dia lantas memberikan contoh dengan kacamata silogisme. Seperti contoh premis mayor semua makanan yang mengandung babi adalah haram. 


Maka kata Ade, premis minornya menjadi bacon adalah babi. Dan konklusinya menjadi bacon haram.


Nah sekarang Ade pun menggunakan silogisme dalam pernyataan Dudung. Seperti premis mayornya adalah Allah bukan manusia. 


Maka premis minornya menjadi bukan orang arab. Dan konklusinya Allah pasti bukan orang Arab.


“Lalu di mana letak penistaan agama oleh Dudung,” kata Ade Armando.


Jika dipandang ulang, dia menganggap bahwa memang ada pertarungan wacana Islam dalam Indonesia. 


Di mana respons Shamsi Ali dan kawan-kawan seprtinya bagian dari respons kemarahan mereka ketika ada tokoh seperti Dudung yang memisahkan identitas ke-Arab-an pada Islam.


Dan mereka merupakan orang-porang yang percaya pentingnya membangun umat Islam di Indonesia yang melandaskan diri pada syariah.


“Karena itu saya mendukung pernyataan Dudung, Tuhan kita semua pasti sama, dan yang pasti Tuhan kita bukan orang Arab,” kata dia. [Democrazy/hops]