-->

Breaking

logo

05 Desember 2021

Cerita Hoegeng Dikasih Mobil Malah Dihadiahkan ke Temannya yang Kaya Raya

Cerita Hoegeng Dikasih Mobil Malah Dihadiahkan ke Temannya yang Kaya Raya

Cerita Hoegeng Dikasih Mobil Malah Dihadiahkan ke Temannya yang Kaya Raya

DEMOCRAZY.ID - Siapa yang tak kenal Jenderal Hoegeng. Kapolri kelima Indonesia itu sudah terdengar tak asing karena kesederhanaannya dan sikap jujur selama dirinya menjabat. 


Beberapa minggu menjabat sebagai Sekertaris Presidium Kabinet, Hoegeng mendapat hadiah mobil dari salah satu perusahaan Indonesia yang terkenal lisensi beberapa merek Eropa dan Jepang seperti Mazda dan Fiat. 


Perusahaan tersebut ialah Dasaad Musin Corner dan salah satu perusahaan yang mendukung pemerintahan Soekarno. 


Mobil yang didapatkan oleh Hoegeng adalah Mazda kotak seperti milik Dharto, sekretaris pribadinya. 


Tak ada alasan tertentu dari Perusahaan Dasaad memberi Hoegeng mobil, melainkan untuk Hoegeng menjalankan tugasnya sebagai menteri. 


Lalu Hoegeng dapat mengambil mobilnya dengan membawa surat pemberitahuan tersebut. 


Hoegeng saat itu tidak mengambil mobil Mazda kotak tersebut dan membiarkan surat tersebut tergeletak begitu saja. 


Hingga pada suatu saat Hoegeng kedatangan tamu seorang teman baiknya. Hal itu terlihat dari cara Hoegeng menyambut tamunya.


Tanpa basa-basi setelah dipersilahkan masuk, tamu tersebut langsung duduk didepan meja kerja Hoegeng dan bertanya tentang Mobil Mazda yang diberikan oleh Dasaad, dikutip dari buku Hoegeng Polisi dan Mentri Teladan karya Suhartono.


“Selamat ya Mas Hoegeng. Sekarang enak, ya. Sudah jadi mentri. Kabarnya Mas Hoegeng dapat mobil baru jenis Mazda dari Dasaaad ya,” ucap tamu tersebut.


Mendengar ucapan tersebut Hoegeng kaget, lantaran mobil yang diberikan ini belum sempat dia ambil karena masih dalam pertimbangannya. 


Ia justru mempertanyakan apakah pantas dirinya mendapatkan mobil tersebut, apalagi dari pengusaha yang belum dikenalnya secara pribadi. 


Tanpa basa-basi Hoegeng menawarkan mobil tersebut kepada temannya. 


“Kamu mau?” tanya Hoegeng. 


“Ya, mau saja Mas” timpal temannya itu. 


Seketika surat pemberitahuan mobil berpindah tangan. 


Hoegeng pun terheran karena temannya tersebut hidupnya lebih kaya dari pada Hoegeng. 


Lalu Hoegeng berkata kepada Dharto,  “Mas Dharto, Hoegeng heran ya, sekarang ada orang yang tega-teganya mau menerima mobil, padahal teman Hoegeng tadi hidupnya lebih kaya dari Hoegeng”. [Democrazy/oke]