Buzzer Bully Anies Soal Sumur Resapan, Anak Buah: Itu Lanjutkan Program Era Jokowi, Kenapa Jadi Soal? | DEMOCRAZY News | Indonesian Political News -->

Breaking

logo

Sabtu, 04 Desember 2021

Buzzer Bully Anies Soal Sumur Resapan, Anak Buah: Itu Lanjutkan Program Era Jokowi, Kenapa Jadi Soal?

Buzzer Bully Anies Soal Sumur Resapan, Anak Buah: Itu Lanjutkan Program Era Jokowi, Kenapa Jadi Soal?

Buzzer Bully Anies Soal Sumur Resapan, Anak Buah: Itu Lanjutkan Program Era Jokowi, Kenapa Jadi Soal?

DEMOCRAZY.ID - Anggota Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) DKI Jakarta, Tatak Ujiyati menjawab tuduhan sejumlah buzzer di media sosial tentang sumur resapan yang dibuat Pemerintah Provinsi DKI untuk antisipasi banjir dan genangan.


Tatak mengklaim, sumur resapan yang dibuat Anies hanya meneruskan program Gubernur sebelumnya, yakni Joko Widodo atau Jokowi dan Basuki Tjahja Purnama alias Ahok.


Herannya, era Jokowi, sumur resapan tidak dipermasalahkan, padahal dibangun dengan jumlah banyak. Namun di era Anies dikritik habis-habisan.


“Sumur resapan yang kini masif dibangun di Jakarta di jaman Anies, sebenarnya meneruskan program Pemprov DKI pada masa Pak Jokowi. Dulu tak dipermasalahkan, kenapa sekarang jadi soal?,” kata Tatak Ujiyati dikutip akun Twitter-nya, Sabtu (4/12/2021).


Tatak mengatakan, Anies hanya bangun sumur resapan di Jakarta sekitar 2% atau 500 sumur resapan di jalan jalan utama yang biasanya terdapat genangan saat hujan.


“Sebenarnya sumur resapan yang dibangun di jalan tidak banyak, hanya 2% atau 500 dr 21.000 SR terbangun. Utamanya dibangun di jalan-jalan yang biasanya langganan genangan,” ujarnya.


Di kesempatan yang sama, Tatak juga menjawab tuduhan bahwa sumur resapan kini ditutupi aspal setelah mendapat kritikan dan sorotan karena merusak sisi jalan.


“Katanya, Sumur Resapan yg baru dibuat di jalan kok ditutup aspal. Ternyata, lubangnya masih ada dan tidak ditutup,” ucapnya.


“Faktanya, lubang-lubang SR tetap ada di jalan beraspal tempat masuk air. Jalan kembali diaspal memperbaiki yang rusak dan menghindari kecelakaan. Win win solution. SR tetap berfungsi jalan jg tetap aman,” sambungnya. [Democrazy/fin]