Breaking

logo

04 Desember 2021

Ngeri! PDIP Bercita-cita Bisa Konferensi Partai Politik se-Asia Afrika Bahkan Amerika Latin

Ngeri! PDIP Bercita-cita Bisa Konferensi Partai Politik se-Asia Afrika Bahkan Amerika Latin

Ngeri! PDIP Bercita-cita Bisa Konferensi Partai Politik se-Asia Afrika Bahkan Amerika Latin

DEMOCRAZY.ID - DPP PDI Perjuangan (PDIP) berpesan kepada para pengurus Dewan Perwakilan Luar Negeri (DPLN) partai yang berada di 11 negara yang baru dilantik untuk mengemban misi termasuk berbagai tugas diplomasi seperti dalam diplomasi budaya, diplomasi kuliner, dan diplomasi wisata.


"Tapi di luar segalanya adalah bagaimana saudara-saudara sekalian membangun international network, agar PDI Perjuangan nantinya, kita bercita-cita, kita dapat mengadakan konferensi partai politik se-Asia Afrika bahkan dengan Amerika Latin sekalipun. 


Karena Bung Karno pernah mencanangkan pasca-menggagas the new emerging forces, suatu tata dunia baru dari suatu negara-negara yang baru merdeka, yang melawan berbagai bentuk establishment yang diwarnai oleh ideologi-ideologi besar dunia. Baik kiri maupun kanan, yang kedua-duanya ternyata mengandung benih penjajahan," beber Hasto.


Hal ini disampaikan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto saat memberikan pengarahan usai melantik pengurus DPLN di Kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (4/12/2021). 


Hasto didampingi Ketua Bidang Luar Negeri DPP PDIP Ahmad Basarah. 


Sejumlah Ketua DPP yaitu Djarot Saiful Hidayat, Rudianto Tjen, Sukur H Nababan, Yanti Sukamdani dan Eriko Sotarduga mengikuti prosesi pelantikan secara daring.


Namun selain berbagai tugas itu, Hasto mengingatkan satu hal penting yang dapat mereka lakukan.


Dia mengatakan Soekarno membangun the new emerging forces, suatu kekuatan baru yang memperjuangkan kemerdekaan, perdamaian dunia, keadilan bagi dunia, termasuk di situasi sekarang keadilan untuk mendapatkan vaksin.


"Karena itulah, semangat ini sangat penting, DPLN harus terus berjuang, sebagaimana pemimpin negarawan yang mengembangkan kepemimpinan intelektual. Karena itu pengurus DPLN harus menjadi bagian dari gerbang kemajuan," harap Hasto.


Bagi PDIP para pengurus itu di bisa memahami bagaimana suatu kampanye modern dengan menggunakan basis metodologi teknologi informasi.


"Jadi yang berada di negara yang relatif dalam penguasaan pengetahuan dan teknologi yang menunjukkan suatu tingkat kemajuan peradaban," ucap Hasto.


"Dengan demikian tugas DPLN bukanlah semata-mata untuk melakukan tugas kepartaian, melakukan rekruitmen anggota, pendidikan politik, kaderisasi kepemimpinan, melakukan fungsi sosialisasi kebijakan, fungsi representasi dari kader banteng, untuk terus melakukan kaderisasi politik dan menjaring aspirasi warga negara Indonesia yang berada di luar negeri," tambahnya.


Dia memberi contoh apa yang harus dilakukan bagi DPLN yang tinggal di wilayah yang banyak Tenaga Kerja Indonesia, seperti di Hongkong, Taiwan. Atau di negara yang banyak persoalan-persoalan TKI seperti di Malaysia, terkait persoalan buruh.


Namun, Hasto mengatakan meski tugas DPLN sangat penting tapi dalam kegiatannya terikat pada AD/ART Partai. [Democrazy/tribun]