Tokoh NU Hingga Politikus Demokrat Sentil Ganjar: Gak Cape Jualan Radikal Radikul Bos? | DEMOCRAZY News | Media Informasi Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Kamis, 18 November 2021

Tokoh NU Hingga Politikus Demokrat Sentil Ganjar: Gak Cape Jualan Radikal Radikul Bos?

Tokoh NU Hingga Politikus Demokrat Sentil Ganjar: Gak Cape Jualan Radikal Radikul Bos?

Tokoh NU Hingga Politikus Demokrat Sentil Ganjar: Gak Cape Jualan Radikal Radikul Bos?

DEMOCRAZY.ID - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dapat sindiran dari netizen usai mengunggah video tentang bahaya radikalisme.


Video berdurasi 1 menit itu, diunggah melalui akun Twitter pribadinya, @ganjarpranowo beberapa saat lalu setelah ramai penangkapan para tokoh Islam terkait terorisme.


“Tidak ada toleransi pada kelompok radikal dan penolak Pancasila di negeri ini. Karena ketika kita biarkan, mereka akan menggurita. Mari sama-sama waspada, mari sama-sama menjaga Indonesia,” tulis Ganjar lengkapi keterangan video yang diunggahnya, dikutip Kamis (18/11/2021).


Video itu ditanggapi beragam. Beberapa pengguna twitter menilai, Ganjar selama ini selalu menjual isu radikalisme dan intoleransi demi popularitasnya menjelang Pilpres 2024. 


Padahal masih ada banyak masalah yang perlu dibahas terkait Jawa Tengah.


“Ini saya bahas kemarin kenapa GP (Ganjar Pranowo-red) dan buzzer-buzzernya terus memainkan isu radikal radikul. Ngga ada isu lain. Misalnya bagaimana mengurangi beban utang kalau kelak memimpin. Bagaimana membereskan carut marut kleptokrasi yang terjadi. Ngga ada. Ya mudah ya radikal radikul aja,” tulis Politikus Partai Demokrat, Cipta Panca Laksana di akun Twitter-nya, @panca66.



Panca bilang, hanya isu itu yang laku untuk naikan popularitas mereka. Maka tak heran, jika di hasil sejumlah lembaga survei, PDIP selalu teratas.


“Emang itu yang laku. Fear mongering Isnus, abangan Jawa, minoritas Kristen, monoritas Cina, anak keturunan PKI. Dan kalau dikumpulkan jumlahnya jadi besar. Mereka sadar banget kok melakukan itu,” tuturnya.


“Ya memang begitu. Mereka tahu kok bahaya. Tapi lewat cara seperti itu mereka dengan mudah meraih banyak suara. Lihat aja survey PDIP, nga pernah turun-turun. Juara terus. Ya itu mereka punya pemilih setia kelompok yang gue sebutkan di atas tadi. Ya mereka piara terus lah isu itu,” sambung Panca.


Sementara akun twitter @Awemany mengatakan, mulanya pada 2016 kelompok pro Ganjar itu memainkan isu Agama. 


Mereka sibuk bangun narasi: Saya muslim, saya pilih Ahok. Sekarang isu itu berubah jadi radikal radikul dan tidal pancasilais.


“Jualannya ngga berubah. Radikal-radikul. Dari jaman Ahok. Konsultan politiknya sapa sih? Penting banget pecah belah masyarakat demi suara,” kata Awemany yang menyindir video Ganjar.


“Tahun 2016 awal itu lawannya belum ada, mereka udah sibuk kampanye Saya muslim pilih Ahok. Sekarang Pilpres masih 3 tahun lagi, udah bakar-bakar soal ngga boleh toleransi. Nanti kalau rusuh, orang Islam lagi yg disalahin. Susah,” sambungnya.


Sindiran yang sama juga disampaikan oleh tokoh Nahdatul Ulama (NU), Umar Hasibuan atau Gus Umar. 


Dia meminta Ganjar lebih baik urus ekonomi Warga Jateng daripada bahas. radikal radikul.


“Gak capek apa jualannya radikal radikul? Mending urus ekonomi warga Jateng bos,” tuturnya. [Democrazy/fin]