Said Aqil Minta Jokowi Netral di Muktamar NU, Faizal Assegaf: Siapapun yang Terpilih, Tetap Saja NU Bakal Makin Terpuruk! | DEMOCRAZY News | Media Informasi Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Jumat, 12 November 2021

Said Aqil Minta Jokowi Netral di Muktamar NU, Faizal Assegaf: Siapapun yang Terpilih, Tetap Saja NU Bakal Makin Terpuruk!

Said Aqil Minta Jokowi Netral di Muktamar NU, Faizal Assegaf: Siapapun yang Terpilih, Tetap Saja NU Bakal Makin Terpuruk!

Said Aqil Minta Jokowi Netral di Muktamar NU, Faizal Assegaf: Siapapun yang Terpilih, Tetap Saja NU Bakal Makin Terpuruk!

DEMOCRAZY.ID - Kritikus Faizal Assegaf memberi respons atas permintaan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj yang meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) netral pada muktamar NU mendatang.


Faizal mengatakan permintaan Said Aqil itu dilakukan karena takut saingannya Yahya Cholil Staquf bisa mendapatkan dukungan berkat keberadaan adiknya Yaqut Cholil Qoumas di pemerintahan.


“Nyindir Yaqut sbb Yahya Staguf yakni kakak Menag diprediksi akan ambil alih kendali PBNU,” kata Faizal dikutip  di akun Twitternya, Jumat (12/11/2021).


Faizal menyebut menjelang pelaksanaan Muktamar NU bulan Desember mendatang pesaingan calon ketua umum PBNU makin ketat.


“Pergolakan di internal NU makin panas, saling rebutan ‘lapak proposal’ terbesar di republik ini dgn modus menjual ayat & hikayat,” sebutnya.


Kendati demikian, Faizal mengungkapkan siapapun yang terpilih menjadi Ketua Umum PBNU nantinya, kondisi NU tetap akan terpuruk.


“Siapapun yg terpilih, ttp saja NU makin terpuruk & norak!,” tegasnya.


Sebelumnya, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj berharap Presiden Jokowi dan pemerintahannya bersikap netral dalam Muktamar NU itu.


“Harapan saya Pak Jokowi sebagai kepala negara ya dalam hal muktamar ini netral,” kata Said Aqil dalam kunjungan silaturahmi PBNU dengan Transmedia, di Kantor Transmedia, Jakarta Selatan, Kamis (11/11/2021).


Said Aqil menyebut NU memiliki gaya sendiri dalam melakukan muktamar. Said Aqil ingin ketua umum yang dipilih merupakan pilihan NU sendiri.


“Biarkan NU punya gaya sendiri, punya hasil pemilihannya sendiri,” ujarnya. [Democrazy/fajar]