Maklumat Kedua KAMI Nyatakan Jokowi Gagal Sebagai Presiden RI, Gatot Nurmantyo Singgung Sejumlah Hal Ini | DEMOCRAZY News | Media Informasi Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Kamis, 18 November 2021

Maklumat Kedua KAMI Nyatakan Jokowi Gagal Sebagai Presiden RI, Gatot Nurmantyo Singgung Sejumlah Hal Ini

Maklumat Kedua KAMI Nyatakan Jokowi Gagal Sebagai Presiden RI, Gatot Nurmantyo Singgung Sejumlah Hal Ini

Maklumat Kedua KAMI Nyatakan Jokowi Gagal Sebagai Presiden RI, Gatot Nurmantyo Singgung Sejumlah Hal Ini

DEMOCRAZY.ID - Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) menerbitkan maklumat kedua yang menyatakan Jokowi gagal dalam mengemban tugasnya sebagai Presiden RI.


Presidium KAMI Gatot Nurmantyo angkat bicara mengenai maklumat kedua yang diterbitkan organisasi yang dikelolanya baru-baru ini.


Gatot Nurmantyo menyinggung beberapa hal di balik maklumat kedua KAMI yang menyatakan Jokowi gagal dalam bertugas sebagai Presiden RI.


Gatot Nurmantyo menyinggung soal demokrasi yang kerap digembar-gemborkan sebagai asas yang dijunjung tinggi di negeri ini.


Akan tetapi, mantan Panglima TNI itu merasa tak menemukan adanya iklim demokrasi yang sehat jika mengacu pada angka indeks demokrasi Indonesa yang hanya menyentuh angka 6,30 pada tahun ini.


"Kita mengatakan bahwa kita adalah negara demokrasi, yang menjaga demokrasi itu siapa sih? Demokrasi itu bagaimana rakyat mengontrol pemerintahan, tetapi sekarang ini skor indeks demokrasi Indonesia mencapai 6,30, artinya rapornya merah," kata Gatot Nurmantyo sebagaimana dikutip dari kanal YouTube Refly Harun pada Kamis, 18 November 2021.


KAMI juga menyinggung demokrasi yang disebut-sebut sebagai sarana untuk menyejahterakan rakyat.


Namun faktanya menurut Gatot Nurmantyo, angka pengangguran terbuka di usia muda justru mengalami tren peningkatan hingga mencapai angka 18,03 persen pada 21 Februari 2021.


"Kemudian katanya demokrasi untuk menyejahterakan rakyat. Kita lihat bahwa sekarang ini tingkat pengangguran terbuka penduduk usia muda mencapai 18,03 persen pada 21 Februari 2021, merah juga," ujarnya.


Selain itu, pria kelahiran Tegal, 13 Maret 1960 itu juga menyinggung isu kesenjangan sosial yang cenderung makin melebar, hingga penegakan HAM di Indonesia yang tidak berjalan sebagaimana mestinya.


"Kesenjangan sosial rasio gini sebesar 0,384 pada tahun 2021 ini, sangat drastis kesenjangan sosialnya. Terus HAM, bagaimana sih hak asasi manusia diterapkan di Indonesia? Nilainya hanya 2,9 persen," katanya.


Berkaca dari hal tersebut, Gatot Nurmantyo merasa KAMI perlu hadir di tengah masyarakat sebagai salah satu alternatif terbaik untuk memastikan kontrol terhadap jalannya pemerintah.


Menurutnya, tujuan utama KAMI mengontrol jalannya pemerintahan khususnya di era Jokowi semata-mata demi menyelamatkan Indonesia.


"Pada saat seperti ini, maka Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) menjadi salah satu alternatif sebagai pengontrol memberikan data-data, fakta-fakta yang tidak terbantahkan agar Indonesia ini selamat," ujar dia.


Meski disebut-sebut sebagai kelompok oposisi nomor satu, Gatot Nurmantyo menganggap pemerintahan Jokowi berhutang budi terhadap KAMI yang telah membantunya untuk menyelamatkan negeri ini.


"Jadi boleh-boleh saja kan mempersepsikan bahwa KAMI ini adalah oposisi nomor satu. Tapi menurut saya, harusnya pemerintah 'membayar' loh sama KAMI," tuturnya. [Democrazy/kabes]