Lihat Nih! Habiskan Anggaran Rp 1,2 Miliar, Jembatan Bambu Mangrove Surabaya Mangkrak dan Hancur | DEMOCRAZY News | Media Informasi Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Rabu, 17 November 2021

Lihat Nih! Habiskan Anggaran Rp 1,2 Miliar, Jembatan Bambu Mangrove Surabaya Mangkrak dan Hancur

Lihat Nih! Habiskan Anggaran Rp 1,2 Miliar, Jembatan Bambu Mangrove Surabaya Mangkrak dan Hancur

Lihat Nih! Habiskan Anggaran Rp 1,2 Miliar, Jembatan Bambu Mangrove Surabaya Mangkrak dan Hancur

DEMOCRAZY.ID - Jembatan bambu di kawasan Ekowisata Mangrove, Wonorejo, Rungkut, Surabaya yang telah lama mangkrak, kini hancur. 


Padahal, dalam proses pembangunannya, telah memakan anggaran APBD Surabaya hingga Rp 1,2 miliar. 


Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya Aning Rahmawati pun prihatin dengan kondisi jembatan gantung tersebut. 


Menurut dia, pembangunan harus memberikan manfaat yang besar buat masyarakat.


“Penggunaan anggaran harus bisa dipertanggungjawabkan. Ketika ada bangunan yang mangkrak, perlu ditinjau kembali titik masalahnya ada pada ketersediaan anggaran atau faktor lain,” ujarnya ketika dikonfirmasi, Selasa (16/11). 


Maka dari itu, politisi PKS tersebut memastikan pihaknya akan segera melakukan pemanggilan terhadap dinas terkait untuk meminta kejelasan. 


“Saat ini, kami coba dalami di komisi agar jembatan itu bisa dimanfaatkan lagi,” jelasnya.


Sementara itu, Kabid Pertanian Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya Rahmad Kodariawan menyampaikan memang mangkraknya jembatan itu sudah lama. 


“Jadi, memang konsep wali kota lama (Tri Rismaharini). Konsepnya, jembatan dibangun di atas bozem. Namun, karena terjadi refocusing anggaran, pembangunannya jadi tidak sampai selesai,” ujarnya ketika dihubungi via telepon.


Rahmad menuturkan, rencananya pembangunan akan dilanjutkan, tetapi perlu melihat anggarannya bagaimana.


Sebagai informasi, Jembatan Mangrove dibangun mulai dari 2018 dengan panjang sekitar 600 meter dan tinggi sekitar 12 meter. 


Akan tetapi, pada pertengahan 2019 pembangunannya tidak dilanjutkan dan dibiarkan mangkrak selama dua tahun. [Democrazy/jpnn]