Kemarin Jokowi, Sekarang Giliran Ahok Marah-marah, Ada Apa Dengan Pertamina? | DEMOCRAZY News | Media Informasi Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Senin, 22 November 2021

Kemarin Jokowi, Sekarang Giliran Ahok Marah-marah, Ada Apa Dengan Pertamina?

Kemarin Jokowi, Sekarang Giliran Ahok Marah-marah, Ada Apa Dengan Pertamina?

Kemarin Jokowi, Sekarang Giliran Ahok Marah-marah, Ada Apa Dengan Pertamina?

DEMOCRAZY.ID - Setelah Presiden Jokowi, kini giliran Ahok marah-marah soal regulasi BUMN yang dinilai menguntungkan pihak lain.


Sebagai Komisaris Utama Pertamina, Ahok tak segan mengatakan bahwa perusahaan yang dia pimpin sekali pun termasuk ke dalamnya.


"Banyak kontrak di BUMN yang sangat merugikan BUMN juga, termasuk Pertamina," ucap mantan Gubernur DKI Jakarta sebagaimana dikutip dari kanal YouTube Panggil Saya BTP.


Pria yang memiliki nama lengkap Basuki Tjahaja Purnama ini mengaku marah saat mengetahui Pertamina memiliki birokrasi yang ruwet.


Oleh karena itu di bawah kepemimpinannya, kini sedang dilakukan beberapa koreksi agar kontrak-kontrak yang membuat perusahan merugi segera teratasi.


"Itu yang saya marah, ini lagi kita koreksi ini," jelasnya. Karena apa? kontrak-kontraknya menguntungkan pihak lain," ucapnya.


Ahok menduga selama ini beberapa kasus di Pertamina bisa tertutupi lantaran adanya oknum Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang bekerja sama menyembunyikan kerugian.


"Mungkin Anda terlindungi dengan oknum BPK jadi nggak ada kerugian kan, atau dikatakan cuma salah bayar atau kelebihan bayar mungkin," ujarnya.


Namun dia tak ingin lengah bahkan siap menggelar seminar secara terbuka untuk membongkar 'borok' yang diduga masih bersemayam di tubuh Pertamina.


"Saya bilang, kalau mau ayo kita seminar. Kita buka," ujar Ahok.


Sebelumnya Presiden Joko Widodo juga sempat mengeluhkan rumitnya birokrasi di BUMN yang membuat investasi mandek.


Ada dua perusahaan di bawah BUMN yang mendapat sentilan langsung dari Jokowi di antaranya Pertamina dan PLN.


Hal tersebut disampaikan langsung oleh Jokowi di hadapan Menteri BUMN Erock Thohir, Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati, dan Komisaris Utama PLN Amien Sunaryadi di Istana Kepresidenan pada Selasa, 16 November 2021. [Democrazy/pkry]