Jokowi 'Cuci Tangan' Soal Atasi Banjir Sintang: Sejak Awal Saya Sudah Perintahkan Menteri PUPR dan Menteri LHK | DEMOCRAZY News | Media Informasi Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Rabu, 17 November 2021

Jokowi 'Cuci Tangan' Soal Atasi Banjir Sintang: Sejak Awal Saya Sudah Perintahkan Menteri PUPR dan Menteri LHK

Jokowi 'Cuci Tangan' Soal Atasi Banjir Sintang: Sejak Awal Saya Sudah Perintahkan Menteri PUPR dan Menteri LHK

Jokowi 'Cuci Tangan' Soal Atasi Banjir Sintang: Sejak Awal Saya Sudah Perintahkan Menteri PUPR dan Menteri LHK

DEMOCRAZY.ID - Beberapa waktu lalu bencana banjir menerjang wilayah Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat.


Bencana banjir itu sempat menjadi perhatian publik, hingga menimbulkan perdebata diberbagai kalangan, termasuk dari politisi Partai Gerindra, Fadli Zon.


Seperti yang diketahui, sebelumnya Fadli Zon nampak melontarkan kritik yang ditunjukkan pada Presiden Joko Widodo (Jokowi).


Dalam pernyataanya, Fadli mengungkapkan, banjir yang melanda Kabupaten Sintang sudah berlangsung selama 3 minggu.


Di sisi lain, Presiden Jokowi malah fokus pada uji coba arena balap, usai meresmikan Sirkuit Internasional Mandalika.


"Luar biasa Pak. Selamat peresmian Sirkuit Mandalika. Tinggal kapan ke Sintang, sdh 3 minggu banjir belum surut," kata Fadli Zon.


Sementara itu, menanggapi hal tersebut, Presiden Jokowi lantas buka suara melalui akun Twitter pribadinya @jokowi.


Dalam unggahannya, Jokowi mengungkapkan bencana banjir yang melanda Sintang disebabkan oleh kerusakan pada daerah tangkapan hujan, yang membuat Sungai Kapuas meluber.


"Bencana banjir yang melanda Kab. Sintang, Kalimantan Barat beberapa hari lalu, disebabkan oleh kerusakan pada daerah tangkapan hujan, yang membuat Sungai Kapuas meluber," ujarnya dilansir dari akun Twitter @jokowi pada Rabu, 17 November 2021.


"Dan kerusakan ini sudah terjadi selama berpuluh tahun. Selain itu, hujan memang lebih ekstrim dari biasanya," tambahnya.


Tak berhenti disitu, Jokowi dengan tegas mengatakan akan segera memperbaiki daerah tangkapan hujan tersebut, yakni dengan membangun persemaian dan penghijauan.


"Ini harus kita hentikan. Daerah tangkapan hujan kita perbaiki. Pemerintah akan membangun persemaian dan penghijauan di hulu dan di daerah tangkapan hujan," ujarnya.


Lebih jauh, orang nomor satu RI tersebut juga mengaku sempat memerintahkan kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) untuk mengatasinya.


"Sejak awal saya memerintahkan Menteri PUPR dan Menteri LHK untuk menyiapkan langkah-langkah mengatasi banjir di Sintang," ujarnya. [Democrazy/galamed]