IndoStrategic: Gaya Kepemimpinan Ahok Lebih Banyak Mudharat Ketimbang Manfaatnya | DEMOCRAZY News | Media Informasi Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Rabu, 24 November 2021

IndoStrategic: Gaya Kepemimpinan Ahok Lebih Banyak Mudharat Ketimbang Manfaatnya

IndoStrategic: Gaya Kepemimpinan Ahok Lebih Banyak Mudharat Ketimbang Manfaatnya

IndoStrategic: Gaya Kepemimpinan Ahok Lebih Banyak Mudharat Ketimbang Manfaatnya

DEMOCRAZY.ID - Direktur Eksekutif IndoStrategic, Ahmad Khoirul Umam menilai gaya komunikasi dan kepemimpinan yang ditunjukkan Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina, Basuki Thahaja Purnama (Ahok) lebih banyak mudharatnya ketimbang manfaat.


Dalam hal ini, Ahmad menyoroti gaya Ahok yang meledak-ledak saat menggugat Road Map Mobil Listrik (Electric Vehicle/EV) yang sedang dikerjakan dan dikembangkan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).


Pernyataan Ahok itu diunggah melalui akun YouTube pribadinya bertajuk ‘Pejabat Tidak Boleh Takut untuk Mengeksekusi’.


Dalam video tersebut, Ahok dinilai ingin membawa masalah internal korporasi ke ruang publik.


“Gaya kepemimpinan yang eratik ala Ahok lebih banyak mudharatnya ketimbang manfaatnya,” kata Ahmad kepada wartawan pada Rabu, 24 November 2021.


Sebagai pejabat negara, kata Ahmad, Ahok seharusnya menyalurkan masalah internal melalui komunikasi internal pula.


Sebab, jika masalah tersebut dibawa ke ruang publik, maka itu sudah bukan pada tempatnya lagi.


Pengamat ini mengingatkan bahwa setiap elemen korporasi memiliki kewajiban untuk berjalan dalam alur yang sama.


Segala persoalan korporasi harus menjadi satu kebijakan yang solid dan tidak diumbar ke luar perusahaan.


Lebih lanjut, Ahmad juga khawatir gaya komunikasi yang masih ditempuh Ahok bisa menciptakan kesalahpahaman di tengah masyarakat.


Menurutnya, jika Ahok masih meledak-ledak di Youtube, dia tidak ada bedanya dengan ABG.


“Gunakan otoritas dia yang kuat sebagai komisaris utama untuk mendorong perubahan secara optimal. Kalau malah diluapkan di YouTube pribadi, apa bedanya dengan ABG yang suka bikin konten dengan mengaduk-aduk emosi pemirsa,” ungkap Ahmad.


Di akhir pendapatnya, Ahmad mengusulkan agar Ahok fokus pada tugas pokok dan fungsinya sebagai Komut Pertamina.


“Jadi, Ahok sebaiknya fokus pada tugas pokok dan fungsinya sebagai Komut Pertamina, tidak perlu bikin konten-konten yang menambah kompleksitas persoalan,” pungkasnya.


Sebagaimana diketahui, Ahok pada Jumat, 19 November 2021 lalu mengunggah sebuah konten di Youtube pribadi (Panggil Saya BTP) bertajuk ‘Pejabat Tidak Boleh Takut untuk Mengeksekusi’.


Dalam video 49 menit 38 detik itu, Ahok membahas masalah EV. [Democrazy/galamed]