Singgung Islam Usai Resmi Peluk Hindu, Sukmawati: Mayoritas Jangan Angkuh! | DEMOCRAZY News | Media Informasi Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Selasa, 26 Oktober 2021

Singgung Islam Usai Resmi Peluk Hindu, Sukmawati: Mayoritas Jangan Angkuh!

Singgung Islam Usai Resmi Peluk Hindu, Sukmawati: Mayoritas Jangan Angkuh!

Singgung Islam Usai Resmi Peluk Hindu, Sukmawati: Mayoritas Jangan Angkuh!

DEMOCRAZY.ID - Sukmawati Soekarnoputri resmi memeluk Hindu usai menjalani ritual Sudhi Wadani di Singaraja, Bali, Selasa 26 Oktober 2021. 


Dia menyadari, kepindahan kepercayaan tersebut memicu pro dan kontra di tengah publik. 


Lantas, bagaimana dia menanggapi hal ini?


Setelah menjalani prosesi sakral tersebut, Sukmawati kemudian bercerita, seandainya ayahnya, Soekarno masih hidup, dia pasti mendukung keputusannya tersebut. 


Sebab, kata dia, presiden pertama Indonesia itu sangat menjunjung tinggi kesatuan di tengah perbedaan.


“Jadi kalau masalah, enggak jadi masalah. Enggak dipaksakan kamu mesti mengikuti Islam dengan patuh sekali, taat sekali, terserah. Panggilan jiwa dan kemampuan pribadi masing-masing,” ujar Sukmawati.


Sukmawati mengaku tak ambil pusing dengan banyaknya pro kontra di tengah masyarakat. 


Menurutnya, masalah keyakinan merupakan pilihan masing-masing individu. 


Lagipula, sebelum benar-benar memeluk Hindu, ada perjalanan spiritual panjang yang harus dia lalui.


“Saya kira, kalau pindah agama itu kan pilihan masing-masing dengan satu proses. Ibu kan cukup panjang 66 tahun,” terangnya.


Lebih jauh, dia mengingatkan, Indonesia merupakan negara dengan berbagai macam agama. Sehingga, harus saling menghormati satu sama lain. 


Dia pun mengingatkan, jangan sampai agama mayoritas merasa angkuh dan tidak menghormati minoritas.


“Kalau agama pun demikian, memang Indonesia itu beragam, bertoleransi dengan baik. Jangan mayoritas itu menjadi mayoritas yang angkuh, kemudian tidak toleransi dengan minoritas,” tegasnya.


“Tapi harus memiliki toleransi yang baik, karena kita berbangsa satu saudara di seluruh kepulauan Indonesia. Jadi, itu yang selalu ditanamkan Bung Karno,” lanjutnya. [Democrazy/hops]