Roy Suryo Bilang Ada Alumni UGM KW & Punya Kasus Tak Berani Lakukan Hal Ini | DEMOCRAZY News | Media Informasi Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Rabu, 27 Oktober 2021

Roy Suryo Bilang Ada Alumni UGM KW & Punya Kasus Tak Berani Lakukan Hal Ini

Roy Suryo Bilang Ada Alumni UGM KW & Punya Kasus Tak Berani Lakukan Hal Ini

Roy Suryo Bilang Ada Alumni UGM KW & Punya Kasus Tak Berani Lakukan Hal Ini

DEMOCRAZY.ID - Usai heboh di Twitter karena menyinggung istilah 'Mukidi' dalam cuitannya, mantan Menpora Roy Suryo kembali menegaskan bahwa dirinya adalah lulusan asli Universitas Gadjah Mada (UGM).


Dalam cuitan terbarunya, Roy Suryo mengaku bangga sebagai alumni asli UGM termasuk menggunakan Twibbon peringatan Sumpah Pemuda berlogo UGM.


"Besok adalah Puncak Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-93 (28 Oktober 1928 - 2021). Selain konfirm diundang resmi ke Acara Puncak HSP-93 TVRI, Selaku Alumnus ASLI UGM bangga memasang Twibbon Kemenpora & UGM," tulis Roy Suryo dilihat  Rabu, 27 Oktober 2021.


Ia juga turut mengunggah Twibbon Kemenpora dan UGM berkaitan dengan peringatan Sumpah Pemuda.


Di akhir cuitannya, dia menyindir seseorang yang disebutnya KW atau memiliki kasus meski tak dirinci lebih jauh.


"Bagaimana kalau Kw atau punya kasus? Pasti tdk berani! Mikir (emoji tertawa) AMBYAR," sambung Roy Suryo.


Sebelumnya, Roy Suryo sempat menjadi perbincangan lantaran menulis cuitan soal 'Mukidi' seraya menegaskan dirinya adalah lulusan UGM.


"Kemarin ada yg tanya; Apakah NIM UGM yg saya tulis (12408/SP) itu ASLI ? He-3x, Ini Bukti OTENTIK Kartu Mahasiswa jaman Kuliah dulu, Lengkap No Induk Universitas (57076)," kata Roy Suryo.


Dia menyebut bahwa istilah dengan ejaan 'Mukidi' memang tidak ada di UGM.


"Terus Bagaimana dgn Mukidi ? Maaf kalau Ejaan Namanya M-U-K-I-D-I memang tdk ada di UGM. Fakultas apa? AMBYAR," jelasnya.


Cuitan itu kemudian ramai dikomentari warganet bahkan dianggap menyindir Presiden Joko Widodo (Jokowi).


Merespons ramainya cuitan tersebut, Roy Suryo bahkan menyindir bahwa ada pihak-pihak yang disebutnya kepanasan. [Democrazy/galamed]