Muncul Dugaan Adanya Permainan Proyek, Pembangunan Infrastruktur Komersial Dicap Lebih Parah dari Korupsi | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Kamis, 14 Oktober 2021

Muncul Dugaan Adanya Permainan Proyek, Pembangunan Infrastruktur Komersial Dicap Lebih Parah dari Korupsi

Muncul Dugaan Adanya Permainan Proyek, Pembangunan Infrastruktur Komersial Dicap Lebih Parah dari Korupsi

Muncul Dugaan Adanya Permainan Proyek, Pembangunan Infrastruktur Komersial Dicap Lebih Parah dari Korupsi

DEMOCRAZY.ID - Mantan sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu menyalakan tanda bahaya dalam proyek pembangunan infrastruktur komersial.


Ada dua pembangunan infrastruktur komersial yang biayanya melonjak ketika dibangun yaitu kereta api cepat Jakarta-Bandung dan Jalan Tol Cilincing.


Pembiayaan kereta api cepat Jakarta-Bandung membengkak hingga hampir 30 persen dari yang semula USD 5,1 miliar menjadi USD 8,6 miliar.


Sementara itu, anggaran untuk pembangunan Jalan Tol Cilincing yang disebutkan membutuhkan dana Rp4 triliun membengkak menjadi Rp10 triliun.


Dilansir dari YouTube Said Didu, ia menyebutkan jika kedua proyek tersebut masuk ke dalam infrastruktur komersial.


"Pahami dulu, infrastruktur komersial adalah kegiatan komersial. Menurut saya ini sangat serius. Itu jauh lebih serius daripada korupsi langsung," kata Said Didu.


Menurut Said Didu, meroketnya pembiayaan untuk infrstruktur komersial dinilai lima kali lebih parah dibandingkan dengan korupsi.


"Kalau korupsi langsung, pelaku mengambil uang negara, uang tersebut tidak termanfaatkan dan masuk kantong pribadi. Hanya sampai di situ saja, berbeda dengan permasalahan meroketnya biaya untuk pembangunan infrastruktur komersial," kata Said Didu.


Dicurigai oleh Said Didu, ada permainan yang dilakukan dalam proyek pembangunan infrastruktur komersial tersebut.


Said Didu mengingatkan kepada publik untuk tidak lengah dan meremehkan jumlah biaya yang harus digelontorkan pemerintah dalam meneruskan proyek pembangunan infrastruktur komersial.


"Jadi, saya ingatkan kepada publik, ini akan memberikan dampak lima kali lebih parah dibandingkan korupsi langsung," ujar Said Didu. [Democrazy/pk-ry]