Gus Miftah Kena Sindiran Menohok KH Najih Maimoen: Bukan Anak Kiai Kok Dipanggil 'Gus', Pengen Cepet Tenar?! | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Minggu, 10 Oktober 2021

Gus Miftah Kena Sindiran Menohok KH Najih Maimoen: Bukan Anak Kiai Kok Dipanggil 'Gus', Pengen Cepet Tenar?!

Gus Miftah Kena Sindiran Menohok KH Najih Maimoen: Bukan Anak Kiai Kok Dipanggil 'Gus', Pengen Cepet Tenar?!

Gus Miftah Kena Sindiran Menohok Najih Maimoen: Bukan Anak Kiai Kok Dipanggil 'Gus', Pengen Cepet Tenar?!

DEMOCRAZY.ID - Putra Kiai Maimoen Zubair, yakni Muhammad Najih Maimoen alias Gus Najih, memberikan sindiran menohok pada Gus Miftah. 


Ia mengkritisi nama atau panggilan ‘Gus’ yang melekat pada Miftah, di mana menurutnya hal itu dilakukan biar cepat tenar saja. 


Adapun hal tersebut disampaikan Gus Najih usai video Miftah berceramah di Gereja Bethel Indonesia atau GBI beberapa waktu lalu.


Intinya, kata Gus Najih, pendakwah yang dekat dengan Deddy itu bukan anak dari kiai Nahdatul Ulama (NU). 


“Ini kemarin ada video orang yang namanya Gus. Dia bukan Gus, artinya bukan anak kiai,” tutur Gus Najih dalam kanal YouTube Ribath Darusshohihain, dikutip pada Minggu, 10 Oktober 2021. 


“Ada juga Muwafiq, juga bukan anak kiai. Gus Nuril juga bukan. Orang bukan anak kiai tapi dinamakan Gus biar cepat tenar.” 


Gus Najih menambahkan, yang dibuat Miftah adalah ajaran dari Islam Nusantara yang dipopulerkan Said Aqil Siradj. Apa itu? Memandang semua ajaran agama itu sam


“Ini dia bikin puisi di Gereja, di belakangnya ada salib. Dia mengatakan, ‘Di saat aku memegang tasbih, kau memegang salib, aku ke Istiqlal kau ke Katredal’. Ini namanya Islam Nusantara,” sambungnya. 


“Kalau Islam Nusantara yang baik, kita pertahankan seperti sowan-sowan kepada orang tua. Kalau di Gereja itu Islam Nusantara, Islamnya bikinan Said Aqil.” 


Dengan alasan tersebut, Gus Najih lantas menilai bahwa cara seperti yang dilakukan Gus Miftah itu kufur dan syirik.


“Kesannya adalah ke gereja gak apa-apa, ada salib di atasnya gak apa-apa. Nih kesan-kesan yang membenarkan kekufuran dan kesyirikan,” lanjutnya lagi. 


“Kata Miftah, kami memanggil Allah, mereka manggil Yesus Kristus, hanya masalah nama, Tuhannya berarti sama, nauzubillah,” tandas Gus Najih. 


Seperti diketahui, sebelumnya Gus Miftah memang sempat dihujat netizen dengan kata-kata ‘Miftah sesat’, ‘Miftah kafir’, dan lain sebagainya usai mendatangi gereja. [Democrazy/terkini]