Diserang Berbagai Pihak, Politisi PSI Justru Sebut Menag Yaqut Orang Hebat & Pidatonya Bagus | DEMOCRAZY News | Media Informasi Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Selasa, 26 Oktober 2021

Diserang Berbagai Pihak, Politisi PSI Justru Sebut Menag Yaqut Orang Hebat & Pidatonya Bagus

Diserang Berbagai Pihak, Politisi PSI Justru Sebut Menag Yaqut Orang Hebat & Pidatonya Bagus

Diserang Berbagai Pihak, Politisi PSI Justru Sebut Menag Yaqut Orang Hebat & Pidatonya Bagus

DEMOCRAZY.ID - Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tsamara Amany Alatas angkat bicara terkait polemik pernyataan yang disampaikan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas terkait Kementerian Agama (Kemenag) merupakan hadiah untuk Nahdlatul Ulama (NU).


Tsamara menilai, sebenarnya pidato dari Menag Yaqut tidak ada bermasalah.


Sebaliknya Tsamara menganggap justru pernyataan-pernyataan yang disampaikan Menag Yaqut itu bagus.


“Gus Yaqut dari dulu selalu jadi bahan serangan. Inti pidatonya begitu bagus, difitnah ke mana-mana,” kata Tsamara dalam kicauan di akun jejaring media sosial Twitter pribadinya, @TsmaraDKI pada Selasa, 26 Oktober 2021.


Lebih lanjut, Tsamara juga memuji Menag Yaqut sebagai pribadi yang hebat.


“Biasanya orang yang sering diserang begini tanda orang hebat,” imbuhnya.


GP Ansor Kuliti Kelompok yang Tak Suka dengan NU


Sementara, Ketua Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor (PP GP Ansor) Luqman Hakim menegaskan kepada sejumlah pihak agar pernyataan Yaqut tak perlu terlarut-larut jadi polemik dan digoreng sedemikian rupa.


Sejauh ini Luqman sendiri mengaku tak kaget apabila ada pihak yang vokal terhadap NU.


“Saran saya, sejarah yang disampaikan Gus Yaqut tidak perlu menjadi polemik. Kami maklum kalau ada yang kaget,” kata Luqman.


Pihaknya juga memaparkan bahwa tidak ada yang salah dari pernyataan Yaqut mengenai peran NU dalam pembentukan NKRI dan Kementerian Agama.


Namun apabila ada yang berseberangan, dia mempersilakan agar masyarakat mempelajari sejarah soal perjuangan bangsa Indonesia dalam meraih kemerdekaan, khususnya peristiwa menjelang Proklamasi 17 Agustus 1945, terutama dalam rentang waktu Januari-Agustus 1945.


Luqman lantas menyebut sejumlah pihak yang bakal kaget dan tertegun lantaran mengetahui sejarah besar NU bagi bangsa Indonesia.


“Maka, ketika kami ungkapkan sejarah yang obyektif berdasarkan fakta, pasti ada pihak-pihak yang terkaget-kaget dan tidak suka,” kata dia.


Di sisi lain, Luqman turut memuji Yaqut selama menjabat sebagai Menteri berhasil memposisikan Kemenag sebagai Kementerian bagi semua agama.


Dia menilai langkah itu tak lepas dari watak asli NU selalu menghormati perbedaan dan melindungi minoritas.


Sudah sangat jelas bahwa NU sendiri sejatinya sangat menghargai perbedaan dan tidak pernah bersikap sewenang-wenangnya.


“Karena itu, tidak pernah ada perlakuan sewenang-wenang yang dilakukan NU terhadap kelompok-kelompok lain di negeri ini. Terang benderang fakta NU selalu menghormati perbedaan dan terang pula fakta pihak mana yang selalu bertindak diskriminatif kepada sesama anak bangsa atas nama agama,” ucap dia. [Democrazy/hops]