Pimpinan KPK: Kami Berhentikan 57 Pegawai dengan Berat Hati | DEMOCRAZY News | Media Informasi Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Kamis, 30 September 2021

Pimpinan KPK: Kami Berhentikan 57 Pegawai dengan Berat Hati

Pimpinan KPK: Kami Berhentikan 57 Pegawai dengan Berat Hati

Pimpinan KPK: Kami Berhentikan 57 Pegawai dengan Berat Hati

DEMOCRAZY.ID - Sebanyak 57 pegawai KPK yang tidak lulus TWK telah resmi dipecat. 


Mereka telah menanggalkan statusnya sebagai pegawai lembaga antirasuah per hari ini, Kamis (30/9).


Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengaku dengan berat hati memberhentikan 57 pegawai tersebut. 


Pemberhentian, kata dia, usai mencermati adanya putusan MA dan MK terkait dengan legalitas TWK.

"Rasa-rasanya proses ini sudah lama dan sudah melalui berbagai pengujian baik di MA maupun MK secara legalitas tentu proses itu semuanya sudah kita ikuti Hari ini, dengan berat hati, 57 pegawai itu akhirnya kita berhentikan dengan hormat ya," kata Alex dalam konferensi pers di kantornya.


Alex mengaku telah memperjuangkan agar semua pegawai KPK bisa lolos menjadi ASN. 


Hal tersebut dimulai sejak adanya 75 pegawai yang dinyatakan tak lulus TWK.


Kata dia, 24 dari 75 pegawai yang diberikan kesempatan untuk ikut pelatihan bela negara merupakan hasil dari perjuangan pimpinan. 


Meski pada akhirnya hanya ada 18 yang ikut dan mereka semua sudah dilantik menjadi ASN, menyisakan 57 pegawai yang harus dipecat.


"Apakah pimpinan memperjuangkan yang awalnya 75 itu? tentu kami perjuangkan ya, dalam rapat koordinasi akhirnya disepakati ada 24 kemudian masih bisa dibina dan dari 24 tersebut 18 berangkat, 6 menolak. Artinya yang 18 kita lantik," kata dia.


"Itu perjuangan pimpinan waktu rapat untuk tindak lanjuti dari statemen presiden soal koordinasi dengan lembaga, KPK sudah lakukan koordinasi itu dengan Menpan, BKN, Kumham, KASN dan LAN, ada 6 lembaga termasuk KPK waktu itu," sambungnya.


Dia juga mengatakan KPK tidak begitu saja lepas tangan terhadap nasib 57 pegawai yang tidak lulus TWK. 


Pihaknya sudah berkoordinasi dengan beberapa lembaga agar bisa pegawai tersebut berkarier di tempat lain, tentu dengan permohonan dari pegawai tersebut.


"Itu semua berdasarkan permohonan pegawai kami akan berikan atau fasilitasi," ucapnya.


"Biar bagaimana pun kontribusi mereka selama di KPK kami hormati kami hargai, kami berharap di mana pun mereka bekerja nilai integritas yang diperoleh di KPK ini bisa mereka bawa di tempat yang baru," pungkas dia. [Democrazy/kmpr]