Siap Disalahkan dan Dimaki Tiap September, Jenderal Gatot: Yang Penting September Aman dari Komunis! | DEMOCRAZY News | Media Informasi Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Kamis, 30 September 2021

Siap Disalahkan dan Dimaki Tiap September, Jenderal Gatot: Yang Penting September Aman dari Komunis!

Siap Disalahkan dan Dimaki Tiap September, Jenderal Gatot: Yang Penting September Aman dari Komunis!

Siap Disalahkan dan Dimaki Tiap September, Jenderal Gatot: Yang Penting September Aman dari Komunis!

DEMOCRAZY.ID - Jenderal purnawirawan Gatot Nurmantyo santai saja diserang sana sini karena mengungkapkan narasi komunis menyusup ke TNI. 


Dasar Gatot menyampaikan itu adalah raibnya tiga patung penumpas G30S di museum Kostrad. 


Gatot sampai bilang mau dimaki mau diapakan pun nggak peduli, yang penting tiap September aman dari komunis, dia sudah senang.


Mantan Panglima TNI itu mengatakan dia hanya mengingatkan kepada semua pihak agar waspada dengan masuknya komunis di berbagai lini. 


Salah satu bukti indikasi yang ia temukan adalah raiabnya tiga patung yaitu Soeharto, AH Nasution dan Sarwo Edhi Wibodo di musuem Kostrad.


Gatot menjelaskan tiga patung tersebut raib dari museum Kostrad jangan dianggap hal biasa lho. Sebab PKI itu dalam sejarah punya beragam strategi untuk bisa menggapai kekuasaan.


Gatot Nggak Peduli Dimaki-maki Tiap September


Mantan Pangkostrad itu mengatakan, Kostrad adalah sentral penumpasan G30S pada 1965, makanya kalau ada patung penumpas G30S di Kostrad yang raib, menurut dia wajar dong kalau dia ingatkan ada penyusupan komunis ke dalam TNI.


“Itu tiba-tiba tidak ada, itu warning. Dan sampai kapanpun setiap bulan September, saya mau dimaki mau di apain, yang penting lewat bulan September aman, itulah kebaikan buat saya,” ujar Gatot dalam perbincangan dengan Karni Ilyas di Youtube Karni Ilyas Channel, dikutip Kamis 30 September 2021.


Dia mengingatkan warningnya soal penyusupan komunis atau PKI ke dalam tubuh TNI ini sebagai warning, jangan sampai peristiwa kelam di masa lalu terjadi lagi melukai bangsa ini.


Gatot berdalih cuma bisa memberikan peringatan, sebab dia kan sudah pensiun dari TNI. Cuma itu yang ia bisa lakukan.


Salahkan Saya


Karni Ilyas bertanya apa bukti penyusupan komunis diam-diam terjadi di TNI. Gatot menjawab penyusupan nggak bisa dilihat secara kasat mata, tidak bisa dideteksi lewat orang per orang di tubuh TNI.


“Kita bisa lihat indikasinya, misalnya tadi (soal tiga patung penumpas G30S). Salahkan saya kalau saya menduga tempat strategis, museum kan milik publik sesuai PP Nomor 6 tahun 2015. Tiba-tiba itu hilang. Wajar saya memberikan warning. Karena berdasarkan sejarah pengalaman yang lalu,” kata Gatot.


Soal kemungkinan komunis menyusup ke TNI, bekas jenderal bintang 4 ini, mengatakan tidak ada yang tidak mungkin.


Lihat saja, ujar Gatot, sejarah pemberontakan oknum PKI pada 1948 berlanjut pada 1965. 


Meski berjarak 17 tahun tapi pergolakan itu terjadi lagi dengan menyusup ke oknum TNI kala itu.


“Karena itu apalagi 1965 sampai sekarang, bisa juga nyusup, karena sejak habis reformasi nggak ada lagi litsus. Kan bisa saja masuk. Berbagai kemungkinan itu wajar kan, saya menduga seperti itu. Perkara orang lain bilang saya salah, ya saya hormati itu,” ujar Gatot. [Democrazy/hops]