Sebut Mahfud MD Tak Konsisten Sikapi Isu Umat Islam, Rocky Gerung: Semua Terjadi Karena Kegalauan Dia Sendiri! | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Minggu, 26 September 2021

Sebut Mahfud MD Tak Konsisten Sikapi Isu Umat Islam, Rocky Gerung: Semua Terjadi Karena Kegalauan Dia Sendiri!

Sebut Mahfud MD Tak Konsisten Sikapi Isu Umat Islam, Rocky Gerung: Semua Terjadi Karena Kegalauan Dia Sendiri!

Sebut Mahfud MD Tak Konsisten Sikapi Isu Umat Islam, Rocky Gerung: Semua Terjadi Karena Kegalauan Dia Sendiri!

DEMOCRAZY.ID - Pengamat politik dan akademisi Rocky Gerung tanggapi sikap Mahfud MD yang dinilai tidak konsisten dalam menyikapi isu terkait umat Islam.


Rocky Gerung menilai Mahfud MD seolah tampak mendua dalam menyikapi isu umat Islam, khususnya ketika kasus pembakaran mimbar Masjid Raya Makassar yang terjadi pada Sabtu, 25 September 2021 dinihari kemarin mencuat.


"Ini (Mahfud MD) juga mendua sebetulnya, kan Pak Mahfud tau bahwa pas kejadian sebelumnya itu dengan pola yang sama tidak pernah diselesaikan di pengadilan. Nah sekarang dia bereaksi, bahkan dia kejebak dua kali yang seharusnya bilang 'Bongkar dulu yang lalu' baru sekarang orang percaya bahwa yang sekarang juga satu pola dengan yang lalu tuh," kata Rocky Gerung sebagaimana dikutip dari kanal YouTube Rocky Gerung Official pada Minggu, 26 September 2021.


Rocky Gerung menilai, pernyataan Mahfud MD yang meminta agar polisi tak sembarangan dalam menyimpulkan hasil penyelidikan dan penyidikan terduga pelaku pembakaran mimbar Masjid Raya Makassar bisa menjadi blunder tersendiri.


Pasalnya, Mahfud MD selama ini kerap dinilai tak berpihak kepada umat Islam terutama ketika menyikapi isu yang berkaitan dengan Habib Rizieq.


Di sisi lain, polisi kerap menyimpulkan terduga pelaku penyerangan terhadap masjid maupun tokoh ulama sebagai 'orang gila' atau 'ODGJ'.


"Jadi kalau Mahfud MD nggak mau bongkar yang lalu ya percuma juga, karena orang menganggap bahwa 'Kalau begitu dari awal Anda tahu dong, kenapa baru sekarang Anda pastikan jangan disebut orang gila?'," ujarnya.


Rocky Gerung berpendapat, pernyataan Mahfud MD berpotensi menimbulkan masalah baru ketika proses peradilan berlangsung, terlebih jika terduga pelaku pembakaran mimbar Masjid Raya Makassar benar-benar merupakan 'orang gila'.


Menurutnya, hakim harus diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk mendalami kasus tersebut secara jernih.


"Dia justru bikin problem di dalam pengadilan, karena dia udah kasih sinyal kedua bahwa jangan disebut orang gila. Bagaimana kalau dia betul-betul orang gila tuh? Nanti hakimnya bingung lagi, kan kita juga mesti kasih 'benefit of the doubt' pada problem semacam ini," katanya.


Rocky Gerung menilai, semua hal tersebut terjadi karena kegalauan yang dirasakan oleh Mahfud MD selama ini.


Menurutnya, Mahfud MD tak sepatutnya mengintervensi ranah pengadilan namun publik juga memiliki hak untuk mengetahui fakta yang sesungguhnya terjadi.


"Itu terjadi semua karena kegalauan Mahfud MD sendiri. Karena dari awal tidak konsisten, begitu dia konsisten dia justru bikin blunder lagi tuh kan? Kan dia pejabat negara yang gak boleh intervensi pengadilan, dia gak boleh bilang apapun. Yang boleh bilang itu adalah publik, karena publik selalu merasa setiap kali ada pemuka agama dianiaya maka cepat-cepat polisi menyebut 'orang gila' sehingga gak diproses," ujar dia.


Mengenai keterkaitan peristiwa pembakaran mimbar Masjid Raya Makassar dengan tragedi G30S PKI pada September 1965 lalu, Rocky Gerung mengungkapkan bahwa ada suasana intelijen di balik kasus yang saat ini bergulir karena pihak Istana masih belum membuat keterangan resmi hingga artikel ini diterbitkan.


"Selalu ada suasana intelijen, karena selalu dihubungkan dengan menjelang 30 September, selalu ada peristiwa-peristiwa yang mengingatkan. Jadi kita masuk di dalam kasak-kusuk dan gak ada keterangan resmi dari kekuasaan apa yang terjadi," tuturnya. [Democrazy/kabes]