Penyebar Berita Kondisi Kesehatan Megawati Menurun Bakal Dipenjarakan, Begini Tanggapan Refly Harun | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Sabtu, 11 September 2021

Penyebar Berita Kondisi Kesehatan Megawati Menurun Bakal Dipenjarakan, Begini Tanggapan Refly Harun

Penyebar Berita Kondisi Kesehatan Megawati Menurun Bakal Dipenjarakan, Begini Tanggapan Refly Harun

Penyebar Berita Kondisi Kesehatan Megawati Menurun Bakal Dipenjarakan, Begini Tanggapan Refly Harun

DEMOCRAZY.ID - Pakar hukum tata negara, Refly Harun baru-baru ini nampak menanggapi perihal bantahan Megawati Soekarnoputri terkait isu dirinya dilarikan ke ICU dan dalam kondisi yang kritis.


Menurutnya, adanya bantahan tersebut maka jelas sudah bahwa berita tentang Megawati dilarikan ke ICU RSPP adalah berita hoaks. 


Refly Harun lantas menyoroti pembelajaran yang dapat diambil dari hebohnya pemberitaan perihal Megawati Soekarnoputri yang sakit.


"Pelajarannya adalah dalam alam demokrasi ini, kita tidak bisa menyetop berita yang berseliweran, karena memang demikian mudahnya orang mendapatkan misinformasi atau sekedar meminta klarifikasi," ujarnya dilansir dari saluran YouTube Refly Harun pada Sabtu, 11 Septmebr 2021.


Lebih jauh, pakar hukum tata negara tersebut mengatakan bahwa  isu sakitnya Megawati ini tentu akan menjadi sorotan utama publik lantaran Ketua Umum PDIP itu merupakan salah satu faktor penentu arah keberlangsungan negara.


"Maka tentu saja orang bertanya-tanya, benarkah (sakit)? Kenapa begitu? Karena (dia) Megawati, karena Megawati menjadi faktor penentu arah keberlangsungan republik ini mau ke mana," katanya.


Lebih lanjut, Refly Harun mengatakan bahwa ada kemungkinan terjadi perubahan jika Megawati tidak ikut terjun dalam pentas politik. 


"Makanya orang membutuhkan klarifikasi, dan itulah cara kita berdemokrasi. Tinggal diklarifikasi dengan bukti, maka yang terjadi adalah semua gosip hoaks akan berhenti dengan sendirinya," tuturnya.


Tak berhenti disitu, Refly Harun juga menuturkan spekulasi akan terus berkembang jika belum ada bukti yang bisa memberikan kepastian terkait suatu berita yang beredar.


Oleh karena itu, Refly Harun mengatakan bahwa bukti terbaik yang dapat menghentikan meluasnya spekulasi adalah dengan muncul di media sosial ataupun televisi.


"Bukan hanya suara, bukan hanya foto tapi sebuah video. Kalau sudah yang begitu maka orang tidak akan lagi bertanya-tanya apakah yang bersangkutan benar atau tidak dalam kondisi kritis. Karena videonya adalah video hari ini, momennya momen hari ini, bukan momen kemarin-kemarin," kata Refly Harun.


Tak hanya itu, Refly menilai tidak perlu mencari atau melaporkan orang yang menyebarkan gosip atau berita hoaks tersebut.


Pasalnya, pakar hukum tersebut menilai bahwa mengatasi hoaks cukup dengan membuktikan bahwa berita tersebut tidak benar.


"Tidak perlu kemudian kita berpikir seolah-olah bahwa kalau ada gosip seperti itu, kita mau cari orangnya dan mau kita penjarakan orang tersebut. Tidak perlu, menghabiskan energi. Cukup melakukan klarifikasi," terangnya. [Democrazy/skp]