Ngabalin Kegirangan Rocky Gerung Kena Gusur, Refly Harun: Padahal Dia Itu Gak Paham Persoalannya Apa | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Senin, 13 September 2021

Ngabalin Kegirangan Rocky Gerung Kena Gusur, Refly Harun: Padahal Dia Itu Gak Paham Persoalannya Apa

Ngabalin Kegirangan Rocky Gerung Kena Gusur, Refly Harun: Padahal Dia Itu Gak Paham Persoalannya Apa

Ngabalin Kegirangan Rocky Gerung Kena Gusur, Refly Harun: Padahal Dia Itu Gak Paham Persoalannya Apa

DEMOCRAZY.ID - Tenaga ahli utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin tampak mendukung penuh PT Sentul City Tbk. untuk segera membongkar rumah pengamat politik, Rocky Gerung.


Ngabalin juga mengingatkan agar pendukung Rocky bersiap-siap menjenguk ahli filsuf itu di penjara.


Ahli hukum tata negara, Refly Harun lantas menanggapi hal ini. 


Refly mengaku tak heran karena seperti biasa, Ngabalin selalu senang jika pengkritik pemerintah mendapatkan masalah.


“Ya seperti biasanya, kalau ada pengkritik pemerintah yang mendapatkan masalah, Ali Ngabalin akan bersuka ria,” ujarnya sambil tertawa melalui kanal Youtube Refly Harun.


“Seneng sekali ini lho Ngabalin. Luar biasa ya,” imbuhnya.


Terlepas dari Ngabalin, Refly mengatakan hal seperti ini memang kerap terjadi di Indonesia.


“Tapi ya itulah Indonesia ya, Anda tidak bisa menjaga tanah Anda kalau Anda tidak segera melakukan penguasaan fisik secara aktual dan juga lebih aman adalah mensertifikatkannya menjadi sertifikat hak milik,” jelasnya.


Advokat ini juga menyoroti ucapan Ngabalin terkait penjara. Menurutnya, Ngabalin tidak memahami persoalannya.


“Ali Ngabalin minta kadrun siap jenguk Rocky di penjara. Ini tambah gak paham kita. Ini konflik perdata bung bukan konflik pidana,” tuturnya.


Bila Rocky kalah, maka dia hanya akan kehilangan haknya saja dan tidak akan masuk penjara.


“Ya kalau misalnya kalah secara perdata, maka Rocky Gerung ya akan kehilangan haknya. Itu saja,” imbuh Refly.


Sehingga sulit, kata Refly, membuat Ngabalin paham dengan urusan seperti ini.


“Jadi ini, orang bicara dan orang gak paham susah juga,” pungkasnya. [Democrazy/skp]