Muncul Dugaan Viani Dipecat PSI Gegara Menolak Terus-terusan Membenci Anies Seperti Kader PSI Lainnya | DEMOCRAZY News | Media Informasi Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Rabu, 29 September 2021

Muncul Dugaan Viani Dipecat PSI Gegara Menolak Terus-terusan Membenci Anies Seperti Kader PSI Lainnya

Muncul Dugaan Viani Dipecat PSI Gegara Menolak Terus-terusan Membenci Anies Seperti Kader PSI Lainnya

Muncul Dugaan Viani Dipecat PSI Gegara Menolak Terus-terusan Membenci Anies Seperti Kader PSI Lainnya

DEMOCRAZY.ID - Politisi Partai Demokrat (PD), Taufik Rendusara mengomentari soal Viani Limardi yang dipecat oleh Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dengan alasan menggelembungkan dana reses. 


Taufik Rendusara mengatakan bahwa konon, Viani Limardi dipecat karena menolak terus-menerus membenci Anies Baswedan seperti kader-kader PSI lainnya. 


Selain itu, menurutnya, Viani juga sering membela Gubernur DKI Jakarta itu dalam rapat-rapat komisi DPRD DKI Jakarta.


Hal itu disampaikan Taufik Rendusara melalui akun Twitternya, @TRendusara pada Rabu, 29 September 2021. 


“Konon… dipecat karena sering bela Anies Baswedan dalam rapat-rapat komisi dan juga menolak terus menerus membenci Anies seperti kader-kader PSI tolol lainnya hanya karena sakit hati kalah pilkada atau gimana sih?” katanya.


Bersama pernyataannya, Taufik Rendusara membagikan berita soal Viani Limardi yang membantah melakukan penggelembungan dana reses. 


Viani menjelaskan bahwa dirinya mendapat dana Rp302 juta untuk reses di 16 titik dan semuanya telah ia selesaikan pada Maret lalu. 


Adapun sisa dana reses sekitar Rp70 juta, katanya, telah ia kembalikan ke DPRD.


“Tidak hanya pada Maret 2021 saja, hampir di setiap kali masa reses, saya mengembalikan sisa anggaran reses yang tidak terpakai. Silakan dicek ke DPRD dan BPK. Lalu di mana penggelembungannya?” tutur Viani pada Selasa, 28 September 2021. 


Oleh sebab itu, Viani mengatakan bahwa ia akan melawan dan menggugat PSI sebesar satu triliun rupiah. 


Sebagaimana diketahui, pemecatan Viani tercantum dalam surat keputusan DPP PSI yang menetapkan Viani telah melanggar beberapa hal. 


Salah satunya bahwa Viani telah menggelembungkan laporan penggunaan dana reses secara rutin, khususnya di bulan Maret 2021. [Democrazy/terkini]