Mantan Komisaris Bongkar 'Borok' Garuda Indonesia: Ada Kelompok yang Berkuasa & Kerap Sandera Perusahaan | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Minggu, 12 September 2021

Mantan Komisaris Bongkar 'Borok' Garuda Indonesia: Ada Kelompok yang Berkuasa & Kerap Sandera Perusahaan

Mantan Komisaris Bongkar 'Borok' Garuda Indonesia: Ada Kelompok yang Berkuasa & Kerap Sandera Perusahaan

Mantan Komisaris Bongkar 'Borok' Garuda Indonesia: Ada Kelompok yang Berkuasa & Kerap Sandera Perusahaan

DEMOCRAZY.ID - Kondisi maskapai penerbangan plat merah sudah sejak lama menjadi pergunjingan publik.


Sebelumnya sang mantan komisaris, Yenny Wahid beberkan kondisi Garuda Indonesia yang sedang tidak baik-baik saja.


Putuskan mundur dari kursi komisaris Garuda, Yenny Wahid mengungkapkan maskapai plat merah itu memiliki utang cukup besar dan meningkat setiap bulannya.


Kini hal yang sama dilakukan oleh Peter F. Gontha, dalam sebuah unggahan di Instagram ia jabarkan kondisi Garuda Indonesia.


Sama-sama memilih mundur dari kursi komisaris Garuda Indonesia, Peter Gontha jabarkan boroknya maskapai di bawah BUMN itu.


Dalam unggahan pada 11 September 2021, Peter Gontha menyampaikan penyebab rusaknya tatanan Garuda Indonesia.


Peter Gontha mengungkapkan jika di dalam tubuh Garuda ada sekelompok orang yang terlalu berkuasa.


Demi memuaskan diri, kelompok itu menyandera perusahaan untuk kepentingan sendiri.


"Salah Satu penyebab rusaknya tatanan Garuda adalah Karena adanya kelompok-kelompok di dalam Perusahaan Garuda (Bukan BUMN) yang terlalu berkuasa dan terus menerus menyandera perusahaan untuk kepentingannya sendiri," tuturnya, dikutip dari akun Instagram @petergontha.


Lebih lanjut, mantan komisaris Garuda Indonesia itu membeberkan jika maskapai plat merah itu akan mengurangi jumlah pesawat.


Menurut Peter Gontha itu adalah buah dari tindakan yang dilakukan oleh sekelompok orang tersebut dan kini mereka menjadi korban dari apa yang ditanam.


"Sekarang dengan rencana pengurangan pesawat maka mereka yang menjadi korbannya sendiri," katanya.


"Tidak mempunyai pekerjaan dan akan kehilangan segalanya. Itulah kalau beberapa orang mempengaruhi koleganya," ujarnya lagi menambahkan.


Meski Garuda Indonesia sedang berada di ujung titik, Peter Gontha berharap maskapai plat merah itu tetap terbang meski dengan armada yang terbatas.


"Semoga Garuda tetap terbang meski dalam jumlah armada yg jauh lebih sedikit," ucapnya.


Kini tak mengemban tugas sebagai komisaris lagi, Peter Gontha hanya bisa melihat perkembangan yang akan terjadi.


Dalam harapannya juga, Peter Gontha berharap agar phak-pihak yang masih memiliki hati tidak mengikuti jejak buruk dari sekelompok orang yang tak bertanggung jawab.


"Kita lihat perkembangannya yang mana yang akan jalan terus dan mana yang angkat bendera putih. Semoga yang masih punya hati tidak ikut-ikutan," tuturnya menutup unggahan tersebut. [Democrazy/rkp]