Begini Tanggapan Musni Umar Soal Dituding Sebagai Profesor Gadungan | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Senin, 13 September 2021

Begini Tanggapan Musni Umar Soal Dituding Sebagai Profesor Gadungan

Begini Tanggapan Musni Umar Soal Dituding Sebagai Profesor Gadungan

Begini Tanggapan Musni Umar Soal Dituding Sebagai Profesor Gadungan

DEMOCRAZY.ID - Rektor Universitas Ibnu Chaldun (UIC) Prof Musni Umar akhirnya menangganggi tudingan guru besar Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Tarutung, Prof YL Henuk yang menyebutnya sebagai profesor gadungan.


Melalui akun Twitter pribadinya, Musni Umar menyebut tuduhan Prof YL Henuk adalah fitnah.


“Prof YL Henuk. Terima kasih telah menuduh saya profesor gadungan. Fitnah lebih kejam dari pembunuhan,” kata Musni Umar, dikutip dari akun Twitternya, @musniumar, Senin (13/9).


Musni Umar membagikan tautan berita Arahjaya.com berjudul “Musni Umar Peroleh Gelar Profesor Dari Asia E University, Malaysia”.


Dalam berita itu disebutkan, Musni Umar memperoleh gelar Profesor In The School of Arts, Humanities And Social Sciences (SAHUSS) ASIA e University, Malaysia.


Musni Umar merupakan orang Indonesia pertama yang memperoleh gelar Profesor di Asia e University, Malaysia.


Ia sudah menandatangani persetujuan 10 persyaratan Terms of Reference of an Adjunct Professor ASIA e UNIVERSITY, diantaranya menjadi supervisi atau co-supervisi pekerjaan penelitian para mahasiswa S1, S2 dan S3.


Selain itu, mengadakan seminar tahunan dengan topik sesuai kepakaran saya sebagai sosiolog.


Asia e University merupakan universitas swasta terkemuka di Malaysia yang memiliki mahasiswa 29 ribu.


Universitas ini adalah anggota dari asosiasi universitas Commonwealth dan organisasi pendidikan tinggi internasional lainnya.


ASIA e University adalah universitas multinasional di Kuala Lumpur, Malaysia yang menawarkan program mode pembelajaran online, campuran dan online.


AeU didirikan di Asia oleh orang Asia dan untuk orang Asia. Didirikan oleh para menteri luar negeri Asia dalam dialog kerjasama. 


Dialog kerjasama Asia diwakili oleh para menteri luar negeri dari 34 negara Asia Pasifik, di Islamabad, 2005 dan Doha, 2006, dengan tujuan mempromosikan kerjasama dibidang pendidikan melalui proyek-proyek seperti Asia e University. [Democrazy/rtp]