BIN Akui Menyusup ke Taliban, Pengamat: Terlihat Bodoh & Norak, Kerja BIN Itu Senyap Tidak Dipublikasikan! | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Kamis, 02 September 2021

BIN Akui Menyusup ke Taliban, Pengamat: Terlihat Bodoh & Norak, Kerja BIN Itu Senyap Tidak Dipublikasikan!

BIN Akui Menyusup ke Taliban, Pengamat: Terlihat Bodoh & Norak, Kerja BIN Itu Senyap Tidak Dipublikasikan!

BIN Akui Menyusup ke Taliban, Pengamat: Terlihat Bodoh & Norak, Kerja BIN Itu Senyap Tidak Dipublikasikan!

DEMOCRAZY.ID - Badan Intelijen Negara (BIN) terlihat bodoh dan norak mengakui menyusup ke Taliban untuk mencegah perang sampai ke Indonesia.


“BIN itu kerjanya senyap dan tidak ada dipublikasikan. Dan saat ini BIN mengaku menyusup ke Taliban menandakan lembaga telik sandi negara itu terlihat bodoh dan norak,” kata pengamat politik Muslim Arbi, Kamis (2/9/2021).


Menurut Muslim, BIN yang mengaku menyusup ke Taliban menunjukkan lembaga telik sandi negara mengalami penurunan dalam kinerjanya. 


“Kasus penguntitan terhadap Habib Rizieq Shihab (HRS) oleh terduga anggota BIN bisa diketahui dan diamankan Laskar FPI,” ungkapnya.


Kata Muslim, BIN itu harusnya seorang yang memiliki kemampuan di atas rata-rata. 


“Intelijen itu intelegensia yang lebih mengedepankan otak dalam mengumpulkan informasi. Terkait posisi Taliban saja, BIN tidak tahu dan harus menyusup,” jelas Muslim.


Muslim mengatakan, Taliban itu berbeda dengan ISIS baik dari segi ideologi dan perekrutan anggota. 


“Taliban tidak menerima anggota dari negara lai termasuk Indonesia. Tidak ada internasionalisasi Taliban,” paparnya.


Deputi VII BIN Wawan Hari Purwanto mengklaim pihaknya selama ini menyusup ke sejumlah kelompok di berbagai negara. Salah satunya kelompok Taliban di Afghanistan.


Misi BIN dalam menyusup Afghanistan yakni bertujuan agar perang atau kerusuhan tidak melebar hingga ke Indonesia.


“Maka sebelum perang terjadi maka kita perkuat ini diplomasi dari seluruh elemen. Kita menyusup ke seluruh kelompok-kelompok perlawanan, termasuk Taliban sendiri,” kata Wawan dalam sebuah diskusi (1/9). [Democrazy/suaranasional]


Source: SuaraNasional