Turki 'Tutup Mata' untuk Pengungsi Afghanistan, Erdogan: Itu Bukan Kewajiban Kami! | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Jumat, 20 Agustus 2021

Turki 'Tutup Mata' untuk Pengungsi Afghanistan, Erdogan: Itu Bukan Kewajiban Kami!

Turki 'Tutup Mata' untuk Pengungsi Afghanistan, Erdogan: Itu Bukan Kewajiban Kami!

Turki 'Tutup Mata' untuk Pengungsi Afghanistan, Erdogan: Itu Bukan Kewajiban Kami!

DEMOCRAZY.ID - Saat negara barat membuka pintu untuk para pengungsi Afghanistan, tampaknya Turki memilih jalan yang berbeda.


Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Kamis 19 Agustus 2021, mengatakan jika negaranya tak memiliki kewajiban apapun atas tragedi di Afghanistan.


Pernyataannya itu disampaikannya setelah pertemuan kabinet lima jam di Kompleks Kepresidenan Ankara, ketika Taliban memperkuat genggaman mereka di Afghanistan, yang memicu gelombang pengungsi.


"Turki tidak memiliki kewajiban apa pun untuk menjadi tempat yang aman bagi para pengungsi Afghanistan," kata Presiden Recep Tayyip Erdogan


Erdogan coba tenangkan para penduduknya di Turki imbas tragedi di Afghanistan dan para pengungsi yang semakin membludak.


Orang nomor satu di Turki itu juga menyinggung soal keselamatan para pengungsi Afghanistan.


"Adalah kewajiban kami kepada warga Turki untuk memastikan para pengungsi kembali dengan selamat ke negara asal mereka," katanya.


Dalam kesempatan itu Erdogan membantah tuduhan oposisi bahwa Turki telah menampung 1.5 juta pengungsi Afghanistan.


Erdogan juga menegaskan komitmen negaranya terhadap 'stabilitas dan keamanan' Afghanistan.


Presiden Turki itu mengatakan Ankara dapat mengadakan pembicaraan dengan pemerintah baru di Afghanistan.


"Kami akan bertemu dengan pemerintah yang dibentuk oleh Taliban jika perlu dan membahas agenda bersama kami," kata Erdogan, dikutip dari laman Daily Sabah.


Taliban menyatakan perang di Afghanistan berakhir setelah mengambil alih istana kepresidenan di Kabul.


Sebagai akibatnya, negara-negara Barat pada Senin 16 Agustus 2021 bergegas untuk mengevakuasi warganya di tengah kekacauan di Bandara Internasional Kabul Hamid Karzai ketika warga Afghanistan yang panik mencari jalan keluar.


Presiden Afghanistan Ashraf Ghani hari Minggu mengatakan jika Taliban telah berhasil mengambil alih negara yang dipimpinnya.


"Taliban telah menang dengan pedang dan senjata mereka, dan sekarang bertanggung jawab atas kehormatan, harta benda, dan pertahanan diri warga negara mereka," ujarnya.


Pernyataannya keluar saat ia berhasil melarikan diri dari negara itu saat para militan memasuki ibu kota.


Ashraf Ghani mengatakan ingin menghindari pertumpahan darah sebagai alasannya kabur dari negaranya.


Jam-jam berikutnya ratusan warga Afghanistan putus asa ingin meninggalkan Afghanistan dan memenuhi bandara Kabul.


"Hari ini adalah hari besar bagi rakyat Afghanistan dan mujahidin. Mereka telah menyaksikan buah dari upaya dan pengorbanan mereka selama 20 tahun," Mohammad Naeem, juru bicara kantor politik Taliban, mengatakan kepada media yang berbasis di Qatar, Al-Jazeera. TELEVISI.


"Alhamdulillah, perang di negara ini sudah berakhir," katanya.


Butuh waktu lebih dari seminggu bagi Taliban untuk menguasai negara itu setelah serangan kilat yang berakhir di Kabul ketika pasukan pemerintah, dilatih selama dua dekade dan dilengkapi oleh Amerika Serikat dan lainnya dengan biaya miliaran dolar, dilebur. [Democrazy/pkr]