Terkuak! Ini Alasan Osama bin Laden Ogah Membunuh Joe Biden Pada 2010 Silam | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Sabtu, 21 Agustus 2021

Terkuak! Ini Alasan Osama bin Laden Ogah Membunuh Joe Biden Pada 2010 Silam

Terkuak! Ini Alasan Osama bin Laden Ogah Membunuh Joe Biden Pada 2010 Silam

Terkuak! Ini Alasan Osama bin Laden Ogah Membunuh Joe Biden Pada 2010 Silam

DEMOCRAZY.ID - Pentolan al Qaeda, Osama bin Laden sama sekali tidak berminat untuk membunuh Joe Bidan pada 2010 yang kala ini menjabat Wakil Presiden Amerika Serikat (AS).


Hal itu terlihat dari peringatan yang pernah dilayangkan Osama bin Laden kepada para pengikutnya di al Qaeda untuk tidak menargetkan Joe Biden.


Alasannya, karena Joe Biden akan otomatis menggantikan Presiden Barack Obama ketika dirinya terbunuh.


Sedangkan di sisi lain, Joe Biden akan membawa AS ke dalam 'kehancuran' alias krisis.


Melansir laporan New York Post, dalam surat tertanggal Mei 2021 yang kini kembali mencuat, Osama bin Laden menuliskan bahwa dirinya sama sekali tak terbesit rencana membunuh Biden.


Sebab kata dia, Biden sekalipun harus menjadi pengganti Obama, ia sama sekali tidak siap untuk memimpin AS.


Sebaliknya, Osama bin Laden mati-matian mendesak pengikutnya untuk waspada terhadap kepemimpinan Obama saat itu.


Bahkan dikatakan bahawa organisasinya, al Qaeda memprioritaskan penyerangan terhadap pesawat milik Obama dan direktur CIA kala itu, David Petraeus.


“Mereka tidak menargetkan kunjungan Wakil Presiden AS Biden. Kelompok-kelompok itu akan tetap mencari Obama.


Alasan untuk berkonsentrasi pada mereka adalah bahwa Obama adalah kepala perselingkuhan dan membunuhnya secara otomatis akan membuat Biden mengambil alih kursi kepresidenan untuk sisa masa jabatan, karena itu adalah norma di sana.


Biden sama sekali tidak siap untuk jabatan itu, yang akan membawa AS ke dalam krisis.


"Adapun Petraeus, dia adalah pemimpin di tahun terakhir perang ini, dan membunuhnya akan mengubah jalan perang." demikian ditulis dalam surat Osama bin Laden, Sabtu, 21 Agustus 2021.


Diketahui surat tersebut ditemukan pada sebuah dokumen harta karun yang ditemukan di tempat persembunyian di Pakistan usai Osama bin laden terbunuh pada 2011 oleh pasukan AS.


Kritik terhadap Biden tersebut kembali mencuat karena dianggap relevan dengan kondisi saat ini.


Seperti diketahui, belum lama ini AS di bawah komando Biden memutuskan untuk menarik pasukannya dari Afghanistan setelah 20 tahun.


Akibatnya, kini Afghanistan dikuasai oleh kelompok militan Taliban. 


Setidaknya pengambilalihan Afghanistan dimulai sejak JUmat, 15 Agustus 2021 yang lalu ditandai dengan penguasaan Ibu Kota, Kabul.


Sedangkan Biden, kini seolah menjadi 'tertawaan' di negaranya bahkan sebagian dunia internasional karena dianggap gagal dengan menarik pasukannya dari area konflik. [Democrazy/pkr]