Sindir Pemerintah Soal Ekspor Impor BBM, Mardigu Wowiek: Fungsi Impor untuk Penuhi Kantong Pejabat! | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Selasa, 24 Agustus 2021

Sindir Pemerintah Soal Ekspor Impor BBM, Mardigu Wowiek: Fungsi Impor untuk Penuhi Kantong Pejabat!

Sindir Pemerintah Soal Ekspor Impor BBM, Mardigu Wowiek: Fungsi Impor untuk Penuhi Kantong Pejabat!

Sindir Pemerintah Soal Ekspor Impor BBM, Mardigu Wowiek: Fungsi Impor untuk Penuhi Kantong Pejabat!

DEMOCRAZY.ID - Mardigu Wowiek atau yang kerap disapa Bossman Sontoloyo memberikan tanggapannya mengenai permasalahan ekspor impor bahan bakar minyak (BBM). 


Pada unggahan di akun Instagram pribadinya, Mardigu membagikan video saat dirinya berbicara soal ekspor impor bbm di Indonesia.


"Impor untuk pedagang, impor untuk kantong sendiri," tulisnya di awal video, Selasa (24/8/2021).


Awalnya Mardigu bercerita mengenai ekspor impor ketika di zaman kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono dimana Indonesia masuk ke dalam organisasi OPEC dan menjadi pengekspor minyak. 


"Zaman Pak SBY itu Indonesia dulu adalah anggota OPEC (Organisasi negara-negara pengekspor), jadi dulu kita mengekspor minyak," kata Mardigu.


"Entah bagaimana produksi kita satu juta barel per hari, kebutuhan kita satu juta. Jadi kita mulai tidak ekspor dan tidak impor," ujar Mardigu. 


Pada tahun 2005 hingga saat ini, produksi minyak di Indonesia mulai berkurang menjadi 800 barrel per hari, sementara kebutuhannya naik menjadi 1,1 juta. 


Alhasil hal itu membuat Indonesia terpaksa mengimpor minyak dari luar negeri.


"Tapi di tahun 2005 ke sana kita turun jadi 800 dan kebutuhannya naik jadi 1,1. 300 impor dan siapa yang impor. Kalau ngomongin politik, kira-kira sekian persen boleh nggak diambil pejabat, tapi kan ngambil di luar negeri," katanya. 


Berdasarkan hal itulah Mardigu mengatakan bahwa tujuan impor sebenarnya bukanlah untuk perdagangan, melainkan untuk memenuhi kantong pejabat.


"Fungsi impor bukan untuk perdagangan, fungsi impor buat kantong gue (pejabat) lebih penuh. Karena terlalu powerful saat ini yang berkuasa sehingga yang beginian itu gak ngerti begitu," sambung Madigu. [Democrazy/rep]