Presiden PKS: Pemerintahan Saat Ini Memutar Demokrasi ke Arah Otoritarianisme! | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Jumat, 20 Agustus 2021

Presiden PKS: Pemerintahan Saat Ini Memutar Demokrasi ke Arah Otoritarianisme!

Presiden PKS: Pemerintahan Saat Ini Memutar Demokrasi ke Arah Otoritarianisme!

Presiden PKS: Pemerintahan Saat Ini Memutar Demokrasi ke Arah Otoritarianisme!

DEMOCRAZY.ID - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu menilai pemerintahan saat ini tengah memutar haluan demokrasi Indonesia ke arah otoritarianisme.


Ia menilai pendapat serupa juga banyak dikemukakan oleh ilmuwan-ilmuwan politik untuk mengamati Indonesia di bawah pemerintahan Jokowi belakangan ini.


"Ilmuwan politik menilai pemerintahan hari ini putar haluan. Dari prosedural ke arah otoritarianisme. Beberapa tahun terakhir kita saksikan demokrasi di Indonesia saat ini memutar haluannya ke arah otoritarianisme," kata Syaikhu dalam Pidato Kebangsaan HUT ke-50 CSIS, Jumat (20/8).


Otoritarianisme, yang disebut juga sebagai ajaran politik otoriter, merupakan wujud pemerintahan bercirikan penekanan kekuasaan hanya pada negara atau pribadi tertentu, tanpa melihat derajat kebebasan individu.


Tak hanya itu, Syaikhu juga berpendapat bahwa arah demokrasi Indonesia di bawah pemerintahan presiden Joko Widodo saat ini tengah alami kemunduran.


Ia juga menyinggung bahwa laporan The Economist Intelligence Unit (EIU) menyebut indeks demokrasi Indonesia mengalami penurunan dari 6,48 menjadi 6,3 poin.


"Bahkan demokrasi saat ini lebih buruk dibandingkan kepemimpinan sebelumnya," kata Syaikhu.


Syaikhu mengatakan demokrasi Indonesia sudah keluar dari fitrahnya. 


Bahkan Indonesia menurutnya saat ini belum mampu melakukan konsolidasi demokrasi sejak Reformasi 1998 lalu.


Ia mencontohkan maraknya praktik korupsi dan perlakuan represif yang dilakukan pemerintah makin memburuk di tengah pandemi. 


Syaikhu menilai pemerintah saat ini sudah enggan mendengarkan aspirasi dari masyarakat.


"Penguasa tutup mata dan telinga dari hati nurani rakyatnya. Dalam penanganan pandemi pemerintah lebih fokus pilih ekonomi ketimbang kesehatan masyarakat," kata dia.


Indonesia tercatat menduduki peringkat ke-64 dunia dalam Indeks Demokrasi 2020 yang dirilis EIU dengan skor 6.3. 


Skor itu menurun dari tahun sebelumnya 6.48.


Skor tersebut dicatat sebagai angka terendah yang diperoleh Indonesia dalam kurun 14 tahun terakhir. 


Indonesia dikategorikan sebagai negara dengan demokrasi buruk.


Di kawasan Asia Tenggara, indeks demokrasi Indonesia ada di peringkat empat, di bawah Malaysia, Timor Leste, dan Filipina. [Democrazy/spt]