Pamerkan Jalan Tol Trans Jawa, Jokowi Disindir Ikuti Jejak Soeharto | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Senin, 30 Agustus 2021

Pamerkan Jalan Tol Trans Jawa, Jokowi Disindir Ikuti Jejak Soeharto

Pamerkan Jalan Tol Trans Jawa, Jokowi Disindir Ikuti Jejak Soeharto

Pamerkan Jalan Tol Trans Jawa, Jokowi Disindir Ikuti Jejak Soeharto

DEMOCRAZY.ID - Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Ainun Najib mengomentari unggahan akun Twitter Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang memamerkan Jalan Tol Trans Jawa.


Jokowi mengunggah video Jalan Tol Trans Jawa yang membentang dari Pelabuhan Merak sampai Pelabuhan Ketapang pada 30 Agustus 2021.


"Jalan tol Trans Jawa membentang lebih 1.000 km, dari Pelabuhan Merak di Banten sampai Pelabuhan Ketapang di Jawa Timur," kata akun Jokowi dalam unggahannya.


"Jalan tol ini kian memudahkan mobilitas orang dan barang, menurunkan biaya logistik, dan terhubung ke titik-titik pertumbuhan ekonomi baru Pulau Jawa," ucap Jokowi lagi.


Ainun Najib menyindir Jokowi yang disebutnya ingin mengikuti jejak mantan Presiden Soeharto yang bergelar Bapak Pembangunan karena masifnya pembangunan infrastruktur sepanjang masa pemerintahannya.


"Presiden @jokowi sepertinya mengikuti jejak Presiden Soeharto yang bergelar Bapak Pembangunan," kata Ainun Najib melalui cuitan di akun Twitter pribadinya @ainunnajib pada 30 Agustus 2021.


Ainun Najib berharap Jokowi tidak meniru jejak Soeharto yang lain yakni menjadikan MPR sebagai alat untuk menjadikannya terpilih lagi sebagai Presiden secara aklamasi.


"Semoga tidak mengikuti jejak beliau yang lainnya, misalnya menjadikan MPR aklamasi mengangkat beliau menjadi Presiden terus karena 'paling berpengalaman'," ucapnya.


Pamerkan Jalan Tol Trans Jawa, Jokowi Disindir Ikuti Jejak Soeharto


Obsesi Mengkhawatirkan


Sebelumnya, kritik terhadap Presiden Jokowi yang sering melakukan pembangunan infrastruktur juga diungkapkan pengamat politik sekaligus pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) Abdillah Toha.


Abdillah Toha khawatir Jokowi memiliki obsesi untuk meninggalkan warisan berupa hal-hal yang sifatnya materiel.


 "Saya khawatir, dan banyak juga orang khawatir, Pak Jokowi ini ingin meninggalkan legacy (warisan) berupa barang-barang yang bisa disentuh. Jalan yang bagus, airport baru, kalau perlu ibu kota baru dan sebagainya. Padahal, legacy yang tahan lama itu bila dia bisa membuat negeri ini bersih," sebut Abdillah Toha dalam wawancara bersama Akbar Faizal di kanal Youtube Akbar Faizal Uncensored pada 26 Agustus 2021.


Abdillah Toha berpendapat, obsesi itu membuat Jokowi ingin memastikan segala sesuatu demi pembangunan ekonomi berjalan lancar.


"Bila perlu, (urusan) yang lain-lain dihambat saja. Kalau ini benar, ini mengkhawatirkan," ujarnya.


"Artinya, jangan sampai interpretasi ini menjadi (pandangan), 'Ah, biarkan saja korupsi (maling uang rakyat) kecil-kecilan ini-itu, ambil uang rakyat, gak apa-apa. Yang penting infrastruktur jadi, investasi masuk, dan sebagainya," kata Abdillah Toha [Democrazy/trp]