Komentari Gelar Baru Luhut 'The King of Angin Sorga', Elite PD: Bagus, Biar Dia Ingat Janji-janji Lamanya! | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Rabu, 04 Agustus 2021

Komentari Gelar Baru Luhut 'The King of Angin Sorga', Elite PD: Bagus, Biar Dia Ingat Janji-janji Lamanya!

Komentari Gelar Baru Luhut 'The King of Angin Sorga', Elite PD: Bagus, Biar Dia Ingat Janji-janji Lamanya!

Komentari Gelar Baru Luhut 'The King of Angin Sorga', Elite PD: Bagus, Biar Dia Ingat Janji-janji Lamanya!

DEMOCRAZY.ID - Beberapa waktu lalu, Menteri Koordinator Matitim dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Panjaitan diberikan predikat sebagai ‘King of Angin Sorga’ oleh Partai Rakyat Adil Makmur (Partai Prima).


Partai Demokrat (PD) lantas menilai pemberian predikat tersebut wajar dilakukan. Sebab, pemberian predikan atau julukan merupakan bagian dari hak setiap warga negara, sepanjang bukan fitnah atau hoaks.


Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Deputi Bappilu DPP PD, Kamhar Lakumani Rabu, 4 Agustus 2021.


“Kritik seperti ini sah-sah saja di alam demokrasi, sepanjang itu bukan fitnah atau hoax,” katanya.


Menurut dia, banyak jejak digital yang dapat digunakan untuk menguji serta memverifikasi hal-hal yang dijadikan dasar argumentasi atas kritik yang dilontarkan Partai Prima.


“Jejak digital menjadi penting, karenanya selaku pejabat publik wajib check and re-check dalam menyampaikan informasi, tak asalan,” paparnya.


Oleh karena itu, Kamhar berharap kritikan yang disampaikan menjadi pengingat agar apa yang dijanjikan bisa dikerjakan.


“Karena pada hakikatnya kritik yang disampaikan sebagai pengingat agar apa dijanjikan bisa ditunaikan dan dilunasi,” tandasnya.


Apabila menelusuri jejak digital, akan banyak ditemukan janji-janji yang hanya tinggal janji alias angin surga dan tentu bukan hanya Luhut yang begini.


“Jadi tak hanya Pak LBP, masih terekam dan tersimpan kuat dalam memori publik,” jelasnya.


Politikus PD ini pun sempat mengurai sejumlah janji yang pernah disebutkan oleh pemerintahan.


Seperti janji pertumbuhan ekonomi, penguatan KPK, membeli kembali Indosat, menghentikan utang luar negeri, Jakarta bebas banjir, dan lainnya.


Namun yang terjadi, kata dia, cenderung berkebalikan dengan apa yang dijanjikan.


“Malah yang terjadi cenderung berkebalikan dengan yang dijanjikan,” pungkasnya. [Democrazy/tmp]