Jokowi Disebut Ngibul Gegara Bagikan 'Cerita Palsu' Soal Afghanistan, Begini Kata Rocky Gerung | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Senin, 23 Agustus 2021

Jokowi Disebut Ngibul Gegara Bagikan 'Cerita Palsu' Soal Afghanistan, Begini Kata Rocky Gerung

Jokowi Disebut Ngibul Gegara Bagikan 'Cerita Palsu' Soal Afghanistan, Begini Kata Rocky Gerung

Jokowi Disebut Ngibul Gegara Bagikan 'Cerita Palsu' Soal Afghanistan, Begini Kata Rocky Gerung

DEMOCRAZY.ID - Presiden Jokowi disebut ngibul oleh berbagai kalangan karena dianggap menyebarkan cerita palsu terkait Afghanistan.


Presiden Jokowi disebut ngibul karena dianggap ngibul mengenai cerita tentang dirinya yang pernah menyetir mobil di Kabul, Afghanistan pada 40 tahun yang lalu.


Pengamat politik Rocky Gerung menilai, Presiden Jokowi ingin mencitrakan dirinya seolah-olah mengerti tentang situasi politik di Afghanistan.


"Mungkin karena Pak Jokowi ingin memperlihatkan bahwa dia ngerti Afghanistan. Tapi kalau ngerti Afghanistan, jangan kutip dari orang ke orang, ya bikin aja analisis sejarah dan beritahu bahwa dia ngerti asal usul perang di Afghanistan," kata Rocky Gerung sebagaimana dikutip dari kanal YouTube Rocky Gerung Official pada Senin, 23 Agustus 2021.


Rocky Gerung menilai, cerita Presiden Jokowi yang mengaku pernah menyetir mobil di Afghanistan justru dapat membuat masyarakat menjadi tidak simpatik.


Bahkan, Rocky Gerung justru menganggap Presiden Jokowi yang disebut telah menyebarkan cerita palsu terkait Afghanistan seolah telah memperlihatkan bahwa Indonesia takut dengan kekuatan Taliban.


"Kalau sekedar cerita-cerita human interesity orang menganggap hanya memperlihatkan bahwa Indonesia ketakutan lagi dengan Taliban, kan orang akhirnya bongkar itu kan?," ujarnya.


Sejak beredarnya meme 'King of Lips Service' yang disebarluaskan oleh BEM UI, netizen Indonesia semakin penasaran untuk mencari jejak digital terkait dugaan kebohongan Presiden Jokowi.


Bahkan, dia menilai masyarakat seolah semakin ingin menjebak Presiden Jokowi untuk membuktikan bahwa orang nomor satu di Republik Indonesia ini benar-benar merupakan 'tukang ngibul'.


"Jadi kalo soal ngibul-ngibul ya udah, netizen hanya ingin melihat bukti-bukti bahwa presiden ngibul. Semenjak 'King of Lips Service' seolah-olah ada keinginan rakyat untuk menjebak presiden 'Ngibul gak dia tuh?'," katanya.


Rocky Gerung juga menilai Presiden Jokowi kerap menyampaikan sesuatu hal yang memiliki fakta yang bertolak belakang dengan konteks yang dibicarakan.


Karena itulah, Rocky Gerung menilai Presiden Jokowi gagal dalam melakukan verifikasi terkait informasi tentang Afghanistan


"Kadangkala presiden gak ngibul, tapi konteksnya lain. Itu yang disebut sebagai anakronisme, presiden menceritakan sesuatu yang sebetulnya faktanya lain, jadi dia sebetulnya gagal dalam memverifikasi cerita-cerita tentang Afghanistan," ujar dia.


Rocky Gerung mengingatkan Presiden Jokowi agar lebih memahami Afghanistan secara teliti dan mendalam, karena saat ini hubungan antara Afghanistan dan China semakin kuat karena potensi sumber energi yang melimpah ruah.


"Padahal penting sekarang presiden ngerti tentang Afghanistan, karena dunia lagi melihat relasi China dengan Afghanistan yang makin menghangat karena China melihat di dalam perut bumi Afghanistan itu sumber energinya banyak. Tapi kalau presiden suka berbohong itu, ya semacam watak yang ada jejak digitalnya," tuturnya. [Democrazy/mrt]