Ikut Soroti Larangan Pengibaran Bendera Indonesia, Rocky Gerung: Lama-lama 'Merah Putih' Dianggap Mural Juga Ini! | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Rabu, 18 Agustus 2021

Ikut Soroti Larangan Pengibaran Bendera Indonesia, Rocky Gerung: Lama-lama 'Merah Putih' Dianggap Mural Juga Ini!

Ikut Soroti Larangan Pengibaran Bendera Indonesia, Rocky Gerung: Lama-lama 'Merah Putih' Dianggap Mural Juga Ini!

Ikut Soroti Larangan Pengibaran Bendera Indonesia, Rocky Gerung: Lama-lama 'Merah Putih' Dianggap Mural Juga Ini!

DEMOCRAZY.ID - Pengamat politik Rocky Gerung menanggapi soal hebohnya bendera Indonesia yang dilarang berkibar di Pantai Indah Kapuk (PIK).


"Lama-lama orang berpikir bendera merah putih itu juga mural, jadi mesti diturunkan," katanya dikutip dari YouTube Rocky Gerung Official, Rabu 18 Agustus 2021.


"Lama-lama ketegangan sosial ini dikonfirmasi oleh pertistiwa-peristiwa kecil samacam ini," sambungnya.


Rocky Gerung mengaku mengenal daerah Pantai Indah Kapuk. Bahkan, 30 tahun lalu ia pernah riset tentang disparitas.


"Jadi, waktu 30 tahun lalu lakukan riset di situ ada dua diskors yang berbeda, sehinga dari tembok rumah-rumah mewah itu kita bisa mendengar bunyi orang lagi masak di tembok sebelah atau pemulung tang tingtong benahin kaleng," kata Rocky Gerung bercerita.


Rocky Gerung menyebut Pantai Indah Kapuk menjadi suatu subsistem yang ekslusif dan tumbuh seja orde bearu.


"Di era ketika kita berupaya untuk menghasilkan kembali keadilan sosial, pantai indah kapuk mejadi simbol disparitas yang sangat besar," tuturnya.


Rocky Gerung mengatakan, Pantai Indah Kapuk memiliki sistem keamanan khusus, sistem intelijen khusus sehingga dalam satu detik bisa mengetahui bahwa ada rakyat lain yang ingin masuk daerah itu. Lalu aparat berkumpul di depan pintu gerbang.


"Nah itu sebetulnya gak ada soal, karena mungkin dia bayar pajak khusus soal itu penjagaan eksklusif," katanya.


Namun, kata dia, di hari kemerdekaan orang-orang ingin merayakannya termasuk di Pantai Indah Kapuk.


"Mestinya masyarakat Pantai Indah Kapuk bersama-sama dengan warga yang pasang baliho atau bendera di situ," ujar dia.


Rocky Gerung berpendapat, mungkin masyarakat di Pantai Indah Kapuk mengalami semacam trauma seperti karena peristiwa 98.


"Itu menunjukan bahwa hari ini ketegangan sosial itu masih ada dan mereka buzzer yang menganggap bahwa Preisden Jokowi berhasil, itu justru memperlihatkan Presiden Jokowi gagal menghasilkan keakraban sosial, sehingga harus ada aparat yang berkumpul hanya untuk menghalangi orang pasang bendera ini kan ajaib," beber Rocky Gerung.


"Jangan-jangan ada info masuk di situ aparat keamanan di Pantai Indah Kapuk bahwa ada orang yang akan bikin mural di situ," duga Rocky Gerung.  [Democrazy/pkr]