Erick Thohir Didesak Pecat Komisaris PT PIM, Sekjen PKR: Narapidana Korupsi Kok Dijadikan Komisaris! | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Rabu, 04 Agustus 2021

Erick Thohir Didesak Pecat Komisaris PT PIM, Sekjen PKR: Narapidana Korupsi Kok Dijadikan Komisaris!

Erick Thohir Didesak Pecat Komisaris PT PIM, Sekjen PKR: Narapidana Korupsi Kok Dijadikan Komisaris!

Erick Thohir Didesak Pecat Komisaris PT PIM, Sekjen PKR: Narapidana Korupsi Kok Dijadikan Komisaris!

DEMOCRAZY.ID - Sekretaris Jenderal Pergerakan Kedaulatan Rakyat (Sekjen PKR), Yos Nggarang turut mempertanyakan kebijakan Erick Thohir terkait syarat untuk menjadi Komisaris BUMN.


Pasalnya, menurutnya, Erick Thohir terkesan seperti kebingungan dalam memilih orang yang memenuhi syarat untuk menjadi Komisaris BUMN.


“Pak Erick Thohir, apa tidak ada orang lain yang memenuhi syarat Komisaris BUMN di negeri ini,” ujar Yos melalui akun Twitternya, Rabu, 4 Agustus 2021.


Yos mengungkapkan bahwa hal tersebut dapat dibuktikan dengan keberadaan Izendrik Emir Moeis sebagai Komisaris PT. Pupuk Iskandar Muda (PT. PIM).


Menurutnya, Izendrik Emir Moeis merupakan narapidana tindak pidana korupsi.


“Sehingga mantan narapidana korupsi diangkat jadi Komisaris (PT. PIM)?,” tanya Yos kepada Erick.


Sebelumnya, Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman telah mencium masa kelam Izendrik Emir Moeis yang pernah terjerat kasus tindak pidana korupsi.


“Saya kecewa dengan keberadaan mantan narapidana tindak pidana korupsi menjadi komisaris di salah satu BUMN. Menurut saya, seharusnya ini tidak perlu terjadi,” ucap Boyamin saat dimintai keterangan oleh wartawan, Selasa, 3 Agustus 2021.


Maka dari itu, ia meminta Erick untuk segera memecat Izendrik dari jabatannya sebagai Komisaris PT. PIM.


Di sisi lain, ia juga meminta Erick untuk lebih selektif dalam mengangkat Komisaris BUMN.


“Di Indonesia, masih banyak orang-orang yang baik serta bersih dari tindak pidana korupsi,” ungkap Boyamin.


“Menurut saya, keberadaan Komisaris yang pernah terlibat tindak pidana korupsi akan berdampak buruk. Karena nantinya dia tidak bisa menjadi teladan,” pungkasnya. [Democrazy/gmk]