Dianggap Pembohong, Media Asing Sebut Jokowi 'Ingkar Janji' Tak Jalankan Reformasi | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Jumat, 20 Agustus 2021

Dianggap Pembohong, Media Asing Sebut Jokowi 'Ingkar Janji' Tak Jalankan Reformasi

Dianggap Pembohong, Media Asing Sebut Jokowi 'Ingkar Janji' Tak Jalankan Reformasi

Dianggap Pembohong, Media Asing Sebut Jokowi 'Ingkar Janji' Tak Jalankan Reformasi

DEMOCRAZY.ID - Majalah The Economist menulis laporan yang menyebut demokrasi semakin dilemahkan di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).


Laporan The Economist yang bertajuk 'Presiden Indonesia menjanjikan reformasi tapi dia sendiri yang berubah' itu dikeluarkan pada Jumat, Jumat (20/8/2021). 


Terselip tulisan juga di bawahnya yang menyatakan demokrasi di Indonesia semakin dilemahkan di era Jokowi.


Tulisan itu diawali dengan ulasan soal tes wawasan kebangsaan (TWK) pegawai KPK. 


Pertanyaan di TWK KPK seperti setuju atau tidak setuju homoseksual diberi hukuman fisik dinilai sangat aneh. 


Akhirnya 75 orang dinyatakan tak lolos TWK KPK dan beberapa di antaranya diputuskan diberhentikan. 


Beberapa di antara mereka bahkan merupakan penyidik terbaik yang dimiliki lembaga antirasuah tersebut.





The Economist juga menyinggung soal Indeks Persepsi Korupsi yang turun jadi 37 dari skor 100 berdasarkan laporan dari Transparansi Internasional. Indonesia bahkan disebut lebih rendah dari India dan Brasil.


Selanjutnya, tulisan The Economist itu membahas terkait awal mula KPK berdiri hingga dinamika yang mengiringinya. 


Selain itu, langkah Jokowi menandatangani RUU KPK dinilai telah mengejutkan banyak pihak dan berakibat fatal terhadap pelemahan KPK.


Dalam tulisan itu, Jokowi awalnya disebut sebagai seorang reformis yang akan melindungi kebebasan sipil dan mendorong tata kelola pemerintahan yang baik. 


Namun hal itu berubah. Jokowi disebut telah memberdayakan para politikus hingga birokrat untuk mengikis checks and balances dalam sistem demokrasi.


Hal itu dikuatkan oleh laporan dari Freedom House yang menyebut Indonesia merosot dari 'bebas' menjadi 'sebagian bebas'. 


Pada awal masa jabatan Jokowi yang kedua pada 2019 disebutkan bahwa 'demokrasi Indonesia telah tenggelam ke titik terendah sejak berakhirnya Orde Baru' mengutip dari tulisan Thomas Power dan Eve Warburton, di buku 'Demokrasi di Indonesia: Dari Stagnasi ke Regresi?'.


Hal lain yang disorot di tulisan The Economist itu terkait upaya pemerintah menekan pandangan yang tidak disukainya. 


Masyarakat biasa yang mengkritik pemerintah secara online diancam dengan tuntutan pidana atau penjara. 


Selain itu, langkah Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam memblokir situs yang tidak pantas juga menjadi sorotan.


Ada juga bahasan terkait upaya Jokowi menyingkirkan oposan politiknya. 


Koalisi pendukung Jokowi juga kini telah mendominasi kursi di parlemen. 


Selain itu, Jokowi disebut telah mengelilingi dirinya dengan para jenderal dan semakin bergantung pada angkatan bersenjata dalam melaksanakan kebijakan dalam negeri, seperti peningkatan produksi beras.


The Economist: 

https://www.economist.com/asia/2021/08/21/indonesias-president-promised-reform-yet-it-is-he-who-has-changed