Bukan karena Penghentian Reklamasi, Pengamat Ungkap Penyebab Jakarta Bakal Tenggelam | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Kamis, 05 Agustus 2021

Bukan karena Penghentian Reklamasi, Pengamat Ungkap Penyebab Jakarta Bakal Tenggelam

Bukan karena Penghentian Reklamasi, Pengamat Ungkap Penyebab Jakarta Bakal Tenggelam

Bukan karena Penghentian Reklamasi, Pengamat Ungkap Penyebab Jakarta Bakal Tenggelam

DEMOCRAZY.ID - Pengamat Tata Kota Universitas Trisakti, Nirwono Yoga, mengungkap penyebab Jakarta akan tenggelam. 


Namun ia menyebut faktornya bukan karena penghentian reklamasi teluk Jakarta seperti yang dilakukan Gubernur Anies Baswedan.


Hal ini dikatakan Nirwono menanggapi pernyataan Ketua Fraksi PDIP DPRD Jakarta Gembong Warsono yang menyebut Jakarta bakal tenggelam, karena tak melanjutkan reklamasi. 


Sebab reklamasi membuat tanah Jakarta akan berkurang bebannya.


Menurut Nirwono, ada dua penyebab Jakarta bisa tenggelam, seperti kata Presiden Amerika Serikat Joe Biden. 


Faktor pertama adalah empat jenis banjir yang kerap menerjang ibu kota.


Tipe pertama adalah banjir kiriman yang datang dari dataran tinggi, seperti yang terjadi di awal tahun ini. 


Lalu yang kedua adalah banjir lokal yang disebabkan curah hujan tinggi di wilayah ibu kota.


"Lalu banjir rob setiap bulan purnama di kawasan pesisir pantai utara Jakarta, dan banjir besar, gabungan ketiga tipe tersebut seperti yang terjadi pada 2002," ujar Nirwono saat dihubungi, Kamis (5/8/2021).


Selanjutnya, penyebab utama yang kedua adalah penyedotan atau pemompaan air tanah yang tidak terkendali. 


Kegiatan ini dilakukan di tingkat rumah tangga, gedung perkantora, perhotelan, serta kawasan industri.


"Selama Pemda tidak mampu menyediakan air tanah secara memadai maka penyedotan air tanah akan terus berjalan dan mempercepat penurunan muka tanah sehingga rentan tenggelam," katanya.


Mengenai reklamasi, Nirwono menilai Anies perlu tetap konsisten menghentikannya. 


Sebab kegiatan membuat pulau imitasi itu dinilainya hanya merusak daerah pesisir.


"Sebaiknya kegiatan reklamasi dihentikan dan dialihkan menjadi restorasi kawasan pesisir pantai utara Jakarta," pungkasnya. [Democrazy/tmp]