WNA Berbondong-bondong Tinggalkan RI, PKS: Pemerintah Jangan Terus Framing Baik-baik Saja! | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Jumat, 16 Juli 2021

WNA Berbondong-bondong Tinggalkan RI, PKS: Pemerintah Jangan Terus Framing Baik-baik Saja!

WNA Berbondong-bondong Tinggalkan RI, PKS: Pemerintah Jangan Terus Framing Baik-baik Saja!

WNA Berbondong-bondong Tinggalkan RI, PKS: Pemerintah Jangan Terus Framing Baik-baik Saja!

DEMOCRAZY.ID - Sejumlah negara Asia, mulai Jepang hingga Taiwan, memulangkan warganya dari Indonesia. 


PKS menegaskan, dengan fakta tersebut, pemerintah tak bisa terus menyatakan Indonesia baik-baik saja.


PKS meminta pemerintah tak memainkan psikologi masyarakat. 


Pemerintah harus memiliki langah yang terstruktur agar pandemi COVID-19 dapat dikendalikan.


"Langkah pemerintah harus jelas, terukur, dan berdampak. Jangan terus-menerus memainkan psikologi rakyat, membuat framing dengan statement-statement yang menyebutkan bahwa kasus COVID-19 bisa dikendalikan, Indonesia baik-baik saja," kata anggota Komisi I DPR RI Sukamta kepada wartawan, Jumat (16/7/2021).


Sukamta menekankan kebijakan pemerintah tidak boleh hanya seremonial. 


Peningkatan fasilitas kesehatan hingga percepatan vaksinasi harus segera dilakukan.


"Lebih baik langkah-langkah penanganan secara strategis, bukan seremonial. Langkah yang bisa dilakukan mulai penyiapan fasilitas kesehatan, optimalisasi nakes, serta percepatan vaksinasi," sebut Sukamta.


Sukamta juga punya pesan untuk Menko Kemaritiman dan Investasi selaku pemegang tongkat komando PPKM darurat. 


Wakil Ketua Fraksi PKS DPR itu meminta Luhut jujur kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal kondisi Indonesia yang sebenarnya.


"Koordinator PPKM darurat Jawa-Bali harus jujur menyampaikan kepada Presiden Joko Widodo mengenai kondisi sesungguhnya di lapangan. Jangan membuat laporan yang isinya agar Presiden senang. Padahal kondisi Indonesia tidak baik-baik saja," papar Sukamta.


Seperti diketahui, Jepang dan Taiwan sudah menarik warga negaranya yang berada di Indonesia. 


Sebanyak 90 pebisnis dan ekspatriat dari Taiwan telah memesan penerbangan untuk kembali ke negaranya. Sedangkan Jepang sudah menyatakan siap membantu warganya kembali ke Jepang.


Vietnam juga sudah berencana memulangkan warga negaranya dari RI. Pemulangan itu direncanakan menggunakan pesawat.


"Kedutaan Besar Vietnam di Indonesia (Kedubes) telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk sukses menyelenggarakan sejumlah penerbangan untuk membawa pulang warga negara Vietnam dalam status prioritas di Indonesia," keterangan Kedutaan Vietnam Jakarta dalam situs vnembassy-jakarta.mofa.gov.vn, Kamis (15/7). [Democrazy/okz]