Terungkap! Pihak Apotek Villa Duta Akui Sudah Diberi Tahu Terlebih Dulu oleh Pihak Istana Sebelum Disidak Jokowi | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Kamis, 29 Juli 2021

Terungkap! Pihak Apotek Villa Duta Akui Sudah Diberi Tahu Terlebih Dulu oleh Pihak Istana Sebelum Disidak Jokowi

Terungkap! Pihak Apotek Villa Duta Akui Sudah Diberi Tahu Terlebih Dulu oleh Pihak Istana Sebelum Disidak Jokowi

Terungkap! Pihak Apotek Villa Duta Akui Diberi Tahu Terlebih Dulu oleh Istana Sebelum Disidak Jokowi

DEMOCRAZY.ID - Pihak Paspampres diketahui telah memberitahu terlebih dulu ke Apotek Villa Duta Kota Bogor sebelum Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan sidang di tempat tersebut.


Hal ini terungkap dari pernyataan salah satu apoteker di tempat Jokowi dan tim melakukan sidak.


“Jadi sebetulnya apotek ini ramai setiap hari, jadi sebelum Bapak Presiden datang ada info dan di saat itu juga, kurang lebih satu jam sebelumnya,” kata Apoteker Villa Duta Herly Herlinda Eka Jayanti kepada wartawan, Selasa (27/7).


“Kami juga kaget ketika diberi pemberitahuan dari Paspampres, mau ada kunjungan Bapak Presiden, kami juga enggak tahu maksudnya dalam bentuk apa, bagaimana, apakah wawancara atau ngobrol biasa, di luar atau di dalam, kami tidak tahu, semuanya tidak ada yang ini (direncanakan),” imbuh Herly.


Usai diberi tahu Paspampres soal rencana kedatangan Jokowi, para karyawan masih sibuk melayani pembeli karena pada saat itu banyak yang mengantre. 


Begitu Jokowi dan rombongan tiba, kata Herly, sebagian teman-temannya langsung sibuk merekam dari ponsel masing-masing.


Saat itu Jokowi menanyakan sejumlah obat untuk penanganan COVID-19, yakni antivirus Oseltamivir, antivirus Favipiravir, antibiotik Azithromycin, vitamin D3 5000iu. 


Namun kebetulan stok di Apotek Villa Duta sedang kosong.


“Kami menyediakan tapi kebetulan saat itu Presiden datang sedang kosong. Maksud saya di distributornya pun kosong. Jadi kalau apotek besar seperti Kimia Farma karena stoknya banyak, masih tersedia. Kalau kami kan stoknya enggak banyak, dan distributor juga sedang kosong, jadi kami tidak dapat barang,” urai Herly. [Democrazy/suaranas]