Sri Mulyani Bolak-balik Revisi Pertumbuhan Ekonomi, Panik Gegara COVID-19 Makin Menggila? | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Minggu, 11 Juli 2021

Sri Mulyani Bolak-balik Revisi Pertumbuhan Ekonomi, Panik Gegara COVID-19 Makin Menggila?

Sri Mulyani Bolak-balik Revisi Pertumbuhan Ekonomi, Panik Gegara COVID-19 Makin Menggila?

Sri Mulyani Bolak-balik Revisi Pertumbuhan Ekonomi, Panik Gegara COVID-19 Makin Menggila?

DEMOCRAZY.ID - Menteri Keuangan Sri Mulyani merevisi pertumbuhan ekonomi menjadi 3,7 persen sampai 4,5 persen sepanjang tahun ini. 


Angkanya turun dari proyeksi sebelumnya yang sebesar 4,5 persen-5,3 persen.


"Overall all growth (secara keseluruhan pertumbuhan) 2021, 3,7 persen-4,5 persen. Sebab, pada kuartal I 2021 Indonesia tumbuh minus 0,7 persen," terang Sri Mulyani dalam Webinar Mid Year Economic Outlook, dikutip Minggu (11/7).


Hal ini merupakan revisi kedua yang dilakukan pemerintah. 


Semula, target pertumbuhan ekonomi tahun ini mencapai 4,5 persen-5,5 persen.


Namun, Bendahara Negara itu merevisi target pertumbuhan ekonomi pada Februari 2021 lalu menjadi 5,3 persen. 


Kini, ia kembali merevisi di tengah lonjakan kasus covid-19.


Ia mengatakan laju pertumbuhan ekonomi akan bergantung pada pelaksanaan PPKM darurat. 


Hal itu berlangsung selama 3 Juli-20 Juli 2021.


Sri Mulyani mengaku sudah memiliki skenario berat dan moderat. 


Untuk skenario berat, ia memproyeksi ekonomi kuartal III dan IV 2021 bisa bergerak di kisaran 4 persen-4,6 persen.


Untuk skenario moderat, Sri Mulyani optimistis ekonomi sebesar 5 persen pada kuartal III 2021. 


Namun, ini semua bergantung pada berapa lama dan seberapa dalam mobilitas masyarakat harus ditekan.


"Kalau skenario moderat, kami bisa selesaikan atau jaga pemulihan dari mobilitas ini, di mana penyebaran covid-19 bisa terkendali sampai akhir Juli, Agustus mulai normal kembali," imbuhnya.


Dalam kesempatan sebelumnya, Ani memproyeksi ekonomi semester I 2021 hanya 3,1 persen-3,3 persen. 


Proyeksi itu berasal dari realisasi kuartal I 2021 yang minus 0,7 persen dan kuartal II 2021 diproyeksi tumbuh 7 persen.


"Sehingga keseluruhan semester I itu pertumbuhannya di 3,1 persen sampai 3,3 persen," ungkap Ani dalam konferensi pers awal pekan lalu.


Ia menambahkan pemulihan ekonomi sebenarnya sudah terlihat cukup baik selama semester I 2021. 


Hanya saja, realisasi kuartal I 2021 yang masih minus akan mempengaruhi realisasi pertumbuhan ekonomi pada paruh pertama tahun ini. [Democrazy/lwb]