Sebut Covid-19 Telah Mengganggu Kinerja KPK, Firli Bahuri: Kami Terpaksa Mengatur Ulang Semua Mekanisme Kerja | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Selasa, 06 Juli 2021

Sebut Covid-19 Telah Mengganggu Kinerja KPK, Firli Bahuri: Kami Terpaksa Mengatur Ulang Semua Mekanisme Kerja

Sebut Covid-19 Telah Mengganggu Kinerja KPK, Firli Bahuri: Kami Terpaksa Mengatur Ulang Semua Mekanisme Kerja

Sebut Covid-19 Telah Mengganggu Kinerja KPK, Firli Bahuri: Kami Terpaksa Mengatur Ulang Semua Mekanisme Kerja

DEMOCRAZY.ID - Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan situasi COVID-19 akhir-akhir ini membuat segala aktivitas terganggu. 


Firli menyebut KPK pun merasakan imbasnya dan KPK perlu mengatur tata cara kerja serta mekanisme kerja pada situasi ini.


"Situasi saat ini betul-betul memukul kita, semua aktifitas terganggu dan kegiatan masyarakat keseharian juga terganggu," kata Firli kepada wartawan, Selasa (6/7/2021).


"Kami pun di KPK merasa imbasnya, kita terpaksa mengatur tatacara kerja dan mekanisme kerja di seluruh unit kerja baik di bidang pendidikan masyarakat, pencegahan, dan monitoring, serta bidang penindakan," tambah Firli.


Firli mengatakan KPK tetap mengutamakan keselamatan pegawainya. 


Dia mengungkap sudah ada lebih dari 113 pegawai yang terpapar COVID.


"Kami tentu mengutamakan keselamatan setiap orang dan juga harus mengutamakan kesehatan dan keselamatan pegawai. Saat ini pegawai yang terkonfirmasi positif lebih dari 113 pegawai tersebar di kesekjenan, kedeputian, dan tidak satuan kerja yang benar-benar bebas dan steril dari rentan COVID," ujarnya.


Dengan itu, Firli mengatakan KPK melakukan berbagai upaya dalam menekan penyebaran COVID di lingkungan KPK. 


Selain itu, jam kerja masing-masing deputi diatur guna memprioritaskan pekerjaan yang tidak dapat ditunda.


"Berbagai upaya telah KPK laksanakan, baik preemtif, preventif, maupun memastikan pemutusan rantai penyebaran COVID-19. Kita juga mengatur jam kerja dan mekanisme kerja. Masing-masing deputi mengatur pekerjaan yang sangat prioritas tidak bisa ditunda, prioritas tapi bisa diatur waktu penyelesaian dan rutin ataupun bisa dijadwal lebih lanjut," katanya.


"Prinsipnya, kita tidak mengesampingkan keselamatan pegawai. Tidak menambah pegawai terpapar COVID-19 juga merupakan prestasi dalam segi keselamatan jiwa dan itu hukum tertinggi (salus populi suprema lex ecto)," tambahnya.


Lebih lanjut, Firli berharap pendemi COVID ini cepat berlalu agar Indonesia menjadi negara yang sehat, cerdas, dan sejahtera.


"Semoga kita bisa lewati situasi COVID-19 dan Indonesia menjadi negara pemenang, yaitu terwujudnya Indonesia yang sehat, Indonesia cerdas, dan Indonesia yang sejahtera," katanya. [Democrazy/smr]