Nakes Ketahuan Pura-Pura Suntikkan Vaksin, Sikap Bupati Karawang Justru Bikin Netizen Geram: Kok Malah Mojokin Korban, Parah Banget! | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Rabu, 14 Juli 2021

Nakes Ketahuan Pura-Pura Suntikkan Vaksin, Sikap Bupati Karawang Justru Bikin Netizen Geram: Kok Malah Mojokin Korban, Parah Banget!

Nakes Ketahuan Pura-Pura Suntikkan Vaksin, Sikap Bupati Karawang Justru Bikin Netizen Geram: Kok Malah Mojokin Korban, Parah Banget!

Nakes Ketahuan Pura-Pura Suntikkan Vaksin, Sikap Bupati Karawang Justru Bikin Netizen Geram: Kok Malah Mojokin Korban, Parah Banget!

DEMOCRAZY.ID - Buntut dari dugaan seorang nakes yang diduga hanya berpura-pura menyuntikkan vaksin ke pasien membuat Bupati Karawang turun tangan.


Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana, bersama Wakilnya, yakni Aep Syaepuloh, serta Kasat Reskrim Polres Karawang AKP Oliesta, Ageng Wicaksana, diinformasikan langsung mendatangi Puskesmas Wadas pada Selasa kemarin, 13 Juli 2021, usai viralnya video tersebut.


Selain ke Puskesmas, Cellica bersama rombongan juga mendatangi tempat kerja Rima dan Tari di Mitra 10, Desa Wadas, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang.


“Pemkab hadir untuk memintai keterangan dari kedua belah pihak karena kami tidak ingin ada opini yang terbentuk, tapi belum tentu kebenarannya,” ujar Cecilia, pada Rabu, 14 Juli 2021.


“Setiap orang punya hak jawab, setiap orang punya pendapat, tapi semua proses penyelidikan jadi kewenangan penegak hukum.”


Cellica menambahkan, Maola yakin 100 persen dsudah menyuntikkan dosis pertama vaksin jenis Sinovac ke Tari, Rima, dan Ipeh.


“Saya memang baru pertama kali bertemu dengan Maola, tapi dia perawat senior. Selama pandemi, dia sudah melakukan suntik vaksinasi ke delapan ribu orang,” sambung Cecilia.


“Karena saya dokter, saya tahu teknik penyuntikan, bisa pakai jempol, bisa pakai telapak tangan, tapi saya tidak mau berasumsi, hasilnya nanti di proses penyelidikan.”


Cellica menjamin jika Maola atau siapa pun oknum tenaga medis yang secara sengaja lalai dalam bertugas, maka ia tidak akan segan memberikan sanksi administrasi berupa pemberhentian.


“Sebaliknya, bila ada ujaran-ujaran tidak benar di media sosial, itu juga ada konsekuensi hukumnya.”


Cellica juga menyoroti tuduhan di akun Instagram pribadi milik Tari. 


Namun, redaksi tidak menemukan unggahan yang dimaksud. Besar kemungkinan sudah dihapus.


“Yang bersangkutan menyatakan, pertama ‘vaksin bodong’. Kedua, ‘sertifikat bodong’, dan yang ketiga ‘jarum bekas pakai’. Yang pertama dan kedua ini biar jadi kewenangan penyelidikan kepolisian. Namun, yang ketiga saya tidak terima. Saya pastikan tidak ada jarum bekas pakai,” tegas Cellica.


Sebagai tindak lanjut dari kasus ini, tenaga medis dikabarkan akan mengambil sampel darah milik Rima dan Ipeh.


“Karena kondisi Tari masih syok, malam ini kami ambil sampel darah Rima dan Ipeh. Sampel darah akan dikirim ke laboratorium untuk dites apakah antibodi sudah terbentuk atau belum. Akan ada perbedaan antara sampel darah yang sudah divaksin dengan yang belum. Pihak kepolisian nanti yang akan mengumumkan hasilnya,” pungkas Cecilia.


Sementaera itu, Kasat Reskrim Polres Karawang, yakni AKP Oliesta Ageng Wicaksana, ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa pihaknya masih membutuhkan waktu untuk mengambil kesimpulan.


Nah, menanggapi sikap Bupati Karawang dan pihak-pihak bersangkutan, netizen pun ramai memberikan komentar yang sebagian besar merasa bahwa pasien justru dipojokkan hingga tudingan ketidakadilan mencuat.


“Kirain bakal adil. Sama aja ternyata. Payah. Gak ada yg bs dipercaya,” tanggap akun Oieical, dikutip pada Rabu, 14 Juli 2021, via Instagram Halokrw. 


“Loh e kok jadi memojokan korban (emoji tertawa),” Xokvlt777


“Mau dia senior mau dia junior, ketika dya lgi ada masalah sama pribadi nya semua bisa terjadi, saya lihat di video nya yg bersangkutan sama sekali ga menekan ujung suntikan nya,” timpal akun Ichanhambali_.


“Udah ketebak ujungnya ko…. Yg pasti kita udah liat Vidio pas disuntikan nya…. Jelas bgt (emoji tertawa),” imbuh akun Pangeran_cai.


“Parah nih Bupatinya… bukannya bersikap netral dengan adanya laporan, supaya ada perbaikan dalam pelayanan, malah seolah memojokan pelapor… (emoji api) hari gini, kalo ngga viral lewat sosial media, apakah menjamin lewat jalur hukum biasa akan terbongkar…??? (emoji sedih),” komentar akun Andigo_93. [Democrazy/prh]