Masuknya Puluhan TKA China Bikin Publik Riuh, Pengamat Penerbangan: Intinya Pemerintah Kita Tak Berani Tutup Penerbangan Internasional! | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Senin, 05 Juli 2021

Masuknya Puluhan TKA China Bikin Publik Riuh, Pengamat Penerbangan: Intinya Pemerintah Kita Tak Berani Tutup Penerbangan Internasional!

Masuknya Puluhan TKA China Bikin Publik Riuh, Pengamat Penerbangan: Intinya Pemerintah Kita Tak Berani Tutup Penerbangan Internasional!

Masuknya-Puluhan-TKA-China-Bikin-Publik-Riuh-Pengamat-Penerbangan-Intinya-Pemerintah-Kita-Tak-Berani-Tutup-Penerbangan-Internasional

DEMOCRAZY.ID - Pengamat penerbangan, Alvin Lie ikut soroti masuknya puluhan TKA China ke Indonesia di tengah PPKM darurat.


Sebelumnya, Alvin sempat menanyakan kebijakan pemerintah yang tak juga menutup pintu gerbang internasional di tengah lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia.


Diketahui, puluhan TKA China masuk ke wilayah Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, pada hari pertama PPKM Darurat Jawa Bali.


Pihak imigrasi lalu memastikan masuknya 20 TKA China itu tak masalah karena merupakan penerbangan domestik.


"Kedatangannya ke Sultan Hasanuddin yang tidak bersifat internasional itu tidak ada masalah," kata Kepala Divisi Imigrasi Wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel) Dodi Karnida, Minggu, 4 Juli 2021.


Dodi mengungkapkan bahwa 20 TKA asal China tersebut awalnya masuk ke Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta sebelum PPKM diterapkan. Para TKA China itu lantas menjalani karantina 14 hari.


Kendati demikian, gerbang internasional di Indonesia memang belum sepenuhnya di tutup terutama di saat PPKM darurat saat ini.


Menanggapi hal tersebut, pengamat penerbangan Alvin Lie meminta pemerintah untuk segera tutup gerbang internasional.


Hal tersebut dikatakan Alvin melalui Twitter pribadinya pada Minggu, 4 Juli 2021.


"Sebaiknya TUTUP GERBANG INTERNASIONAL," tegas Alvin dikutip dari Twitter pribadinya, Senin, 5 Juli 2021.


Menurutnya, mesikpun WNA masuk ke Indonesia membawa Surat Keterangan bebas Covid-19 (SuKet) tak menjamin varian baru tidak masuk ke Indonesia.


"Terbukti selama ini kewajiban Karantina, SuKet Bebas COVID-19 TIDAK EFEKTIF cegah masuk varian² baru COVID-19 ke Indonesia," tambahnya.


Alvin berpendapat PPKM darurat tidak akan efektif jika seterusnya gerbang internasional di buka.


"PPKM tidak akan efektif jika gerbang masuk penumpang internasional terus dibuka," ujarnya.


"Intinya tetap tidsk berani nutup gerbang internasional. Karantina juga tidak standar internasional 14 Hari," tambahnya. [Democrazy/vv]