Luhut Gunakan 3 Indikator Ini untuk Melihat Penurunan Mobilitas saat PPKM Darurat | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Kamis, 15 Juli 2021

Luhut Gunakan 3 Indikator Ini untuk Melihat Penurunan Mobilitas saat PPKM Darurat

Luhut Gunakan 3 Indikator Ini untuk Melihat Penurunan Mobilitas saat PPKM Darurat

Luhut Gunakan 3 Indikator Ini untuk Melihat Penurunan Mobilitas saat PPKM Darurat

DEMOCRAZY.ID - Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan terdapat penurunan mobilitas masyarakat selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat Jawa-Bali. 


“Cukup membaik saya kira,” kata Luhut dalam konferensi pers, Kamis, 15 Juli 2021.


Luhut menjelaskan ada 3 indikator yang digunakan pemerintah dalam melihat penurunan mobilitas masyarakat. 


Ketiga indikator digabung menjadi 1 indikator komposit, yaitu Facebook Mobility, Google Traffic, dan intensitas cahaya di malam hari dari NASA/NOAA.


Facebook Mobility mengukur aktivitas dan pergerakan penggunanya berdasarkan lokasi GPS dan jaringan telekomunikasi yang terhubung pada perangkat yang dugunakan untuk mengakses aplikasi. 


Data ini menggambarkan pergerakan orang antarwilayah maupun di dalam wilayah administrasi tertentu, hingga ke tingkat komunal.


Sementara Google Traffic mengukur aktivitas dan pergerakan lalu lintas masyarakat. 


Untuk setiap kabupaten/kota terdapat empat ruas jalan dari dan ke pusat kota yang dimonitor tingkat kepadatannya.


Sedangkan intensitas cahaya di malam hari dari NASA/NOAA mengukur aktivitas dan pergerakan masyarakat pada malam hari melalui intensitas cahaya. 


Data berupa gambar pencitraan dari satelit NASA/NOAA.


Menurut Luhut, ketiga indikator tersebut dipilih karena memenuhi dua elemen penting dalam pengawasan pembatasan aktivitas dan pergerakan masyarakat selama PPKM Darurat, yaitu timeliness dan locality. 


“Seluruh indikator yang dipakai dapat mencerminkan aktivitas dan pergerakan masyarakat di level kabupaten/kota dengan lag yang relatif rendah,” ujarnya.


Luhut menerangkan, indeks mobilitas gabungan pada periode PPKM Darurat ini kemudian dibandingkan dengan periode baseline, yaitu 24 Mei-6 Juni 2021. 


Analisis tambahan dilakukan dengan menggunakan data Google Mobility.


Di Yogyakarta, misalnya, Luhut mengatakan intensitas cahaya lampu di malam hari sudah menunjukkan turunnya aktivitas masyarakat di malam hari. 


Dari data yang ia tampilkan per 14 Juli, mobilitas keseluruhan turun hingga minus 18 persen.


Pada Google Mobility Yogyakarta juga menunjukkan mobilitas masyarakat di kawasan perumahan meningkat, sementara turun tajam di tempat kerja, pusat pertokoan dan wisata.


Di Bali, Google Traffic dan Facebook Mobility menunjukkan mobilitas masyarakat yang turun tajam. Mobilitas keseluruhan per 14 Juli tercatat minus 13,2 persen. [Democrazy/tre]