Krisis Ekonomi hingga Hilangnya Kepercayaan Rakyat, Rizal Ramli: Indonesia Berada di Titik Jungkal! | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Senin, 12 Juli 2021

Krisis Ekonomi hingga Hilangnya Kepercayaan Rakyat, Rizal Ramli: Indonesia Berada di Titik Jungkal!

Krisis Ekonomi hingga Hilangnya Kepercayaan Rakyat, Rizal Ramli: Indonesia Berada di Titik Jungkal!

Krisis Ekonomi hingga Hilangnya Kepercayaan Rakyat, Rizal Ramli: Indonesia Berada di Titik Jungkal!

DEMOCRAZY.ID - Tokoh nasional dan ekonom senior Rizal Ramli kembali melontarkan kritiknya terhadap pemerintah.


Rizal Ramli mengatakan bahwa saat ini pemerintah di Indonesia tengah berada ti tipping point alias titik jungkal.


"Kita berada di tipping-point (titik jungkal)," cetus Rizal Ramli dalam cuitan Twitternya SEnin, 12 Juli 2021.


Hal itu kata Rizal Ramli, dapat dilihat dari berbagai indikator yang terjadi saat ini mulai dari ketidakmampuan untuk keluar dari krisis ekonomi hingga pandemi.


"Ketidakmampuan untuk keluar dari krisis ekonomi, krisis pandemi, krisis sosial ditambah pula dengan rontoknya kepercayaan dan trust," terangnya.


Ia menyebut bahwa saat ini moda kampanye dianggap lebih penting ketimbang moda memerintah.


Moda kampanye lebih penting dari moda memerintah (to govern). 


Sehingga kata dia, kebijakan yang timbul adalah kebijakan yang asal-asalan.


"Sehingga kebijakan ngasal & on-off," katanya.


Dalam cuitannya yang lain, lebih terang ia membeberkan berbagai persoalan yang kini terjadi di Tanah Air.


"Ekonomi hancur, pendidikan rusak parah, kehidupan sosial berantakan, PPKM Darurat bikin masyarakat kesulitan, kepercayaan publik semakin hilang kepada pemerintah," beber dia.


Bukan kali ini Rizal Ramli mengungkapkan kritikan terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).


Bahkan dengan tegas eks Menko Kemaritiman itu dengan gamblang menyarankan agar Presiden Jokowi mundur dari jabatannya.


Hal itu tidak terlepas dari berbagai persoalan terutama berkaitan dengan pemerintah yang dinilai tidak mampu mengatasi krisis pandemi saat ini. [Democrazy/prn]