Jokowi: PPKM Darurat Harus Diputuskan Secara Jernih, Jangan Sampai Keliru! | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Sabtu, 17 Juli 2021

Jokowi: PPKM Darurat Harus Diputuskan Secara Jernih, Jangan Sampai Keliru!

Jokowi: PPKM Darurat Harus Diputuskan Secara Jernih, Jangan Sampai Keliru!

 Jokowi: PPKM Darurat Ini Mau Diperpanjang atau Tidak, Kalau Diperpanjang Mau Sampai Kapan?


DEMOCRAZY.ID - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berbicara tentang nasib kebijakan PPKM darurat. 


Jokowi menegaskan PPKM darurat ini menjadi pertanyaan masyarakat.


Jokowi menyampaikan itu dalam Pengantar Presiden RI pada Ratas Evaluasi PPKM Darurat di Istana Merdeka, Jumat (16/7/2021). 


Video pernyataan Jokowi itu diunggah di YouTube Sekretariat Presiden pada Sabtu (17/7/2021).


"Ini pertanyaan masyarakat sekarang adalah satu yang penting yang perlu kita jawab, PPKM darurat ini akan diperpanjang tidak, kalau mau diperpanjang, sampai kapan," kata Jokowi.


Jokowi menegaskan kebijakan ini sangat sensitif. Dia meminta diputuskan secara jernih.


"Ini betul hal-hal yang sangat sensitif, harus diputuskan dengan sebuah pemikiran yang jernih, jangan sampai keliru," ujarnya.


Sebelumnya, kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat akan selesai pada 20 Juli. 


Pemerintah akan mengumumkan nasib PPKM darurat hari ini.


"Masih ada beberapa hal yang dibahas dan dievaluasi. Besok (Sabtu hari ini) rencananya akan ada pengumuman yang terkait," ujar juru bicara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Jodi Mahardi, kepada wartawan, Jumat (16/7/2021) malam.


Jodi mengatakan sejauh ini pemerintah masih melakukan evaluasi terkait PPKM darurat. 


Diperpanjang-tidaknya PPKM darurat bakal segera diumumkan.


Lebih lanjut Jodi menyebut penyaluran bansos akan dilakukan secara cepat. 


Pemerintah memprioritaskan meringankan beban masyarakat.


"Penyaluran secara baik dan cepat bansos sembako, bansos tunai, dan berbagai stimulus lainnya untuk meringankan beban masyarakat akan diprioritaskan," jelas Jodi. [Democrazy/okz]