Heran PKB Kalah dari Gerindra-NasDem, Said Aqil: Padahal Usia Kita Lebih Tua dari Mereka Berdua, Kok Bisa Kalah Ya? | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Jumat, 23 Juli 2021

Heran PKB Kalah dari Gerindra-NasDem, Said Aqil: Padahal Usia Kita Lebih Tua dari Mereka Berdua, Kok Bisa Kalah Ya?

Heran PKB Kalah dari Gerindra-NasDem, Said Aqil: Padahal Usia Kita Lebih Tua dari Mereka Berdua, Kok Bisa Kalah Ya?

Heran PKB Kalah dari Gerindra-NasDem, Said Aqil: Padahal Usia Kita Lebih Tua dari Mereka Berdua, Kok Bisa Kalah Ya?

DEMOCRAZY.ID - Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj bicara soal pencapaian PKB dalam Pemilu 2019 lalu. 


Said Aqil mempertanyakan mengapa PKB bisa kalah dengan Partai Gerindra dan Partai NasDem.


Said Aqil bicara pencapaian PKB dalam Pemilu 2019 saat memberikan tausiah peringatan hari lahir PKB yang disiarkan di akun YouTube DPP PKB, Jumat (27/3/2021). 


Hadir secara virtual Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, Menag Yaqut Cholil Qoumas, Menaker Ida Fauziyah, dan Menteri PDTT Abdul Halim Iskandar.


"Mohon maaf, PKB lebih tua dari dua atas ini. Kalau kalah dengan PDI (Perjuangan) panteslah, kalau kalah dengan Golkar masih pantes, lebih tua," kata Said Aqil.


Padahal, secara usia, PKB lebih tua umurnya dibandingkan Partai Gerindra dan Partai NasDem. 


Said Aqil mengajak seluruh kader PKB agar tak lengah dan tetap semangat.


"Tapi kalau dengan dua partai yang lain, kita lebih tua usianya. Kenapa kita masih dikalahkan oleh dengan dua yang itu, Gerindra dan NasDem? Mari kita pikirkan, barang kali kita lengah, kita merasa tenang-tenang saja, kurang greget, kurang semangat, menyia-nyiakan usia, menyia-nyiakan waktu yang kita lalui," ujarnya.


Hasil Pemilu 2019 memang menetapkan PKB dalam urutan ke lima dengan meraih 58 kursi di DPR RI. 


Sementara urutan pertama ditempati oleh PDIP, disusul Golkar, Gerindra, lalu NasDem.


"Maka Tuhan bersumpah dengan demi masa, supaya kita betul-betul sadar, waktu ini berjalan cepat, waktu berjalan cepat berlarian dengan aktivitas kita, begitu kita lengah, maka begitulah akibatnya. Begitu juga di NU, NU tidak boleh lengah. Nggak boleh ketinggalan, nggak boleh merasa puas," imbuhnya. [Democrazy/dtk]